RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU - Selain soal kelangkaan stok susu UHT, persoalan pengawasan distribusi di tingkat bawah juga menjadi sorotan tajam anggota DPRD Kotabaru.
Anggota DPRD Kotabaru, H Abdul Kadir mewanti-wanti agar kondisi sulit ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Politisi yang akrab disapa H Kadir ini menegaskan pengawasan distribusi bahan pokok termasuk produk susu UHT yang tengah langka harus diperketat.
Baca Juga: Sidak Susu UHT Langka di Kotabaru, Abu Suwandi Minta UMKM Jangan Kecil Hati, Begini Komitmennya
Tujuannya jelas, mencegah terjadinya praktik penimbunan barang maupun spekulasi harga yang liar di pasaran.
"Jangan sampai ada yang bermain di tengah kesulitan warga. Pengawasan distribusi harus ketat supaya tidak ada penimbunan atau harga yang sengaja dimainkan," tegas H Kadir usai Sidak, Senin (13/4/2026).
Tak hanya soal pengawasan, juga melemparkan usulan konkret kepada Pemerintah Daerah. Ia meminta Diskoperindag Kabupaten Kotabaru segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap pelaku UMKM di Kotabaru, terutama pengusaha kafe dan kedai kopi.
Baca Juga: City Branding dan Politik Berpisah di Persimpangan
Menurutnya, data ini sangat krusial sebagai dasar distribusi barang yang bersifat darurat. Dengan data yang akurat, pasokan susu yang terbatas saat ini bisa disalurkan secara adil dan merata, sehingga denyut nadi usaha kecil tidak mati total.
"Khususnya bagi pelaku usaha Kafe dan UMKM kecil yang sangat bergantung pada pasokan susu. Distribusi harus merata, jangan sampai ada yang dapat banyak, sementara yang lain kosong sama sekali. Pendataan ini solusinya agar tepat sasaran," tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani