BANJARMASIN – Lonjakan harga tiket pesawat tujuan Banjarmasin dikeluhkan banyak masyarakat. Tarif dari sejumlah kota besar disebut melonjak tajam, bahkan untuk rute Jakarta–Banjarmasin kabarnya menembus lebih dari Rp6 juta.
Kondisi ini dinilai memberatkan calon penumpang, terutama warga yang hendak kembali ke Kalimantan Selatan usai libur panjang.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kalimantan Selatan, Akhmad Murjani, menilai lonjakan tarif tersebut perlu segera ditelusuri.
Menurutnya, ada kejanggalan karena harga tiket menuju Banjarmasin jauh lebih mahal dibanding rute sebaliknya yang relatif stabil.
“Ada kejanggalan. Tiket menuju Banjarmasin mahal sekali, sementara dari Banjarmasin ke luar daerah justru cenderung normal. Ini perlu ditelusuri penyebabnya,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Murjani menilai alasan klasik arus balik Lebaran tak bisa lagi dijadikan pembenaran. Sebab, puncak arus balik seharusnya sudah mulai mereda.
Meski begitu, data di Bandara Internasional Bandara Internasional Syamsudin Noor menunjukkan lonjakan penumpang memang masih tinggi beberapa hari terakhir. Pada 4 April saja, tercatat lebih dari 8.300 pergerakan penumpang, dan tiket penerbangan tujuan Banjarmasin sempat penuh hingga 9 April.
Ia mengingatkan, jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan tingginya permintaan untuk memainkan harga di luar batas kewajaran.
“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan dalih arus balik. Ini jelas merugikan konsumen,” tegasnya.
YLK Kalsel mendesak pemerintah dan otoritas transportasi udara untuk segera turun tangan. Pengawasan terhadap maskapai dan sistem penjualan tiket dinilai harus diperketat agar harga tetap terkendali.
“Pemerintah harus hadir. Lakukan evaluasi dan pengawasan terhadap maskapai maupun sistem penjualan tiket. Harus ada standar harga yang wajar agar masyarakat tidak dirugikan,” katanya.
Dampak mahalnya tiket ini mulai terasa di lapangan. Sejumlah calon penumpang disebut memilih menunda perjalanan, bahkan beralih ke transportasi laut karena harga pesawat dinilai terlalu tinggi.
Murjani menyebut lonjakan tarif tak hanya terjadi pada rute Jakarta–Banjarmasin. Jalur lain seperti Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Palangkaraya, hingga Surabaya–Balikpapan juga dilaporkan mengalami kenaikan serupa.
Ia menegaskan, jika kondisi ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik bisa menurun.
“Jangan biarkan konsumen terus dirugikan. Pemerintah harus segera bertindak,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto