Kolaborasi OJK, BEI, dan KSEI, Tuntaskan Empat Agenda Tranparansi Pasar Modal

Raudah Anisya • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 15:47 WIB
LANGKAH STRATEGIS: OJK Resmi menuntaskan empat agenda utama dalam penguatan transparansi pasar modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).(Foto: OJK Kalsel) 
LANGKAH STRATEGIS: OJK Resmi menuntaskan empat agenda utama dalam penguatan transparansi pasar modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).(Foto: OJK Kalsel) 

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menuntaskan empat agenda utama dalam penguatan transparansi Pasar Modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari proposal strategis yang sebelumnya diajukan kepada Global Index Providers, termasuk MSCI.

Capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam kegiatan Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026)

Hasan menjelaskan empat agenda tersebut merupakan bagian dari delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dicanangkan sejak 1 Februari 2026 bersama Self-Regulatory Organizations (SRO).

Baca Juga: Disdikbud Tabalong Ajukan Surat Edaran Penundaan Medsos Siswa SMP ke Bupati

Yakni, Penyediaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen kepada publik, Implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), Penguatan granularitas klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI menjadi 39 tipe investor dan Kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A.

Selain itu, terdapat pula penguatan transparansi terkait ketersediaan data Pemilik Manfaat bagi pemegang saham dengan kepemilikan 10 persen atau lebih. “Empat proposal yang diajukan Indonesia kepada Global Index Providers telah diselesaikan sesuai target. Selanjutnya, kami akan melanjutkan komunikasi serta menghimpun masukan dari investor,” imbuh  Hasan.

Editor : Fauzan Ridhani
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Global Index Provider jakarta otoritas jasa keuangan (ojk) bursa efek indonesia (bei)