Indonesia Siap Hadapi El Nino dengan Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

admin • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 19:56 WIB
MentanWAWANCARA:Mentan, Andi Amran Sulaiman kala memantau Gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).(Foto:Kementan)

MAKASSAR — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Mentan, Andi Amran Sulaiman mengakui dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan Amran usai meninjau Gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Barito Putera Taklukkan PSIS Semarang 1-0 di Stadion Jatidiri, Peluang Kembali ke Liga 1 Kembali Terbuka

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya.

Selain stok di gudang Pemerintah, Mentan Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.

Baca Juga: Bangkit dari Keterbatasan, Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi BRI Group

“Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.

Dengan total ketersediaan tersebut, ia memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.

Baca Juga: Disdikbud Gandeng Telkom Amankan SPMB 2026 Kalsel

Mentan Amran juga menekankan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat sistem produksi, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang terukur. “Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Baca Juga: Bank Kalsel Bantu Masyarakat Miliki Emas dengan Mudah, Lewat Fasiltas Pembiayaan Kepemilikan Emas iB Ar Rahman

Di sisi lain, Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk petani, aparat, dan media.

“Petani Indonesia, pahlawan pangan Republik ini, kepada TNI, Polri, Kejaksaan, seluruh yang membantu masyarakat tani sehingga beras kita melimpah. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh media,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi potensi krisis global.

Baca Juga: Desak Penelusuran Hingga ke Tempat Kerja, Ketua PC GP Ansor Kotabaru Tegas Bumi Saijaan Bukan Tempat Bagi LGBT

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
andi amran sulaiman menteri pertanian (mentan) sulawesi selatan cuaca eksrem gudang bulog