BANJARMASIN – Kabar adanya kenaikan harga BBM memantik kekhawatiran warga. Di Banjarmasin, sejumlah SPBU dipadati pengendara. Salah satunya di SPBU Sabilal Muhtadin. Antrean panjang terjadi Selasa (31/3) sore.
Salah seorang pengendara, Ahmadi mengaku sengaja ke SPBU untuk mengisi BBM kendaraannya setelah mendapat kabar bakal ada kenaikan harga BBM. “Daripada nanti saya beli harga lebih mahal. Mending saya beli sekarang,” ujarnya.
Dikatakannya, sejak pagi dia mendapat informasi dari media sosial bahwa akan ada kenaikan harga BBM. “Ketika sampai, ternyata di SPBU sudah panjang yang antre. Saya sudah 10 menit menunggu antrean,” terangnya.
Dampak isu kenaikan BBM juga terjadi di Tabalong. Pengawas SPBU di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Irwin Sahrianadi mengatakan, terjadi penambahan jumlah antrean dibanding hari lain. Namun, membludaknya antrean hanya terjadi sejak pagi pukul 07.00 Wita sampai 12.00 Wita. “Selebihnya biasa saja,” ujarnya.
Jika di Banjarmasin dan Tabalong sempat terjadi antrean, berbeda di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Karena kosongnya stok BBM jenis Pertalite, sejumlah SPBU pun sepi antrean. Di jalur BBM jenis Pertamax pun terpantau normal.
Salah seorang operator SPBU di Desa Baluti, Kecamatan Kandangan mengatakan, kosongnya Pertalite terjadi sejak Senin (30/3).Hal serupa juga ditemui di SPBU di Desa Tibung Raya dan Desa Gambah Luar Muka.
Namun, antrean sempat terjadi di SPBU Desa Kaliring Kecamatan, Padang Batung pada pagi hari. “Tadi pagi Pertalite dan Pertamax ada, sekitar pukul 10 pagi sudah habis, karena di SPBU lain banyak kosong, jadi banyak yang ke sini," ujar salah seorang operator.
Sementara, di Amuntai, sejumlah SPBU juga menunjukkan kondisi normal. Contohnya di SPBU Banjang, SPBU Kramat (Kecamatan Amuntai Selatan), dan SPBU Pakapuran (Kecamatan Amuntai Utara), situasi pembelian BBM masih dalam kategori wajar.
Di Tanah Laut, isu rencana kenaikan harga bahan BBM tak berdampak luas. Sejumlah SPBU terpantau normal tanpa adanya aksi panic buying. Antrean kendaraan tidak terlihat mengular, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Salah satu pengelola SPBU di Pelaihari, Junaidi, mengatakan pihaknya memang mendengar adanya rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh pemerintah pusat. Namun menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait besaran kenaikan tersebut.
Ia juga memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU yang dikelolanya masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Stok masih aman dan tidak ada antrean di SPBU,” terangnya.
Hal senada disampaikan pengelola SPBU lainnya, Marni. Ia menyebut kondisi stok BBM di tempatnya juga aman dan tidak terjadi lonjakan pembelian oleh masyarakat. “Untuk informasi kenaikan harga, sampai saat ini belum ada. Semua masih menunggu arahan dari pemerintah,” katanya.
Di pesisir Kotabaru, isu kenaikan harga BBM yang sempat membuat masyarakat resah, juga tak berdampak. Seperti di SPBU Sungai Taib, suasana normal seperti biasa. Menariknya, antrean panjang justru terdapat deretan jeriken milik para pelangsir.
Terpisah, Pertamina menegaskan, di tengah beredarnya informasi proyeksi kenaikan harga di masyarakat, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait penetapan harga BBM. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Hingga kini belum ada rilis resmi terkait harga BBM,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun.
Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Maka ia meminta masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi dan berharap hanya mengakses informasi resmi melalui kanal Pertamina.
Di Jakarta, Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026. Kepastian ini sekaligus membantah informasi yang beredar luas di masyarakat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, hingga saat ini Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga BBM. “Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” ujarnya, Selasa (31/3).
Sebelumnya, isu kenaikan BBM ramai beredar di media sosial. Bahkan, muncul proyeksi harga yang menyebut Pertalite bisa naik hingga Rp 14.000 per liter.
Editor: Oscar Fraby
Editor : AriefSumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak