Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Cabai Mahal Bikin Petani Tersenyum, Harga Bahan Pokok di Kabupaten HST Terkendali

Jamaludin • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:50 WIB

LAGI TINGGI:Petani di Kabupaten HST menyusul kenaikan harga cabai setelah libur lebaran.
LAGI TINGGI:Petani di Kabupaten HST menyusul kenaikan harga cabai setelah libur lebaran.

BARABAI – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pasca Lebaran 2026 terpantau relatif stabil, meski beberapa komoditas masih mengalami kenaikan, terutama pada kelompok cabai.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan HST per Senin (30/3/2026), harga cabai masih menjadi yang paling menonjol.

Cabai rawit lokal tercatat mencapai Rp150 per kilogram, sementara cabai rawit hijau, cabai rawit taji, dan cabai rawit tiung berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram.

Untuk cabai merah keriting Rp70 ribu per kilogram dan cabai merah besar Rp60 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga bawang juga relatif tinggi. Bawang merah dijual Rp42 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang bombai dan bawang prai masing-masing Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, sejumlah komoditas utama lainnya cenderung stabil pasca Lebaran. Harga beras masih berada di kisaran Rp13.100 hingga Rp22.500 per kilogram, tergantung jenisnya.

Gula pasir berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram. Dan minyak goreng antara Rp15.700 hingga Rp20 ribuper liter.

Untuk protein hewani, harga daging sapi masih stabil di angka Rp145 ribu per kilogram untuk beberapa bagian, sedangkan daging kerbau beku Rp100 ribu per kilogram.

Ayam ras berada di harga Rp43 ribu per kilogram dan ayam kampung Rp65 ribu per kilogram.

Harga telur juga relatif stabil, dengan telur ayam ras Rp30 ribu per kilogram, telur ayam kampung Rp36 ribu per kilogram, dan telur itik Rp39 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko mengatakan secara umum kondisi harga bahan pokok setelah Lebaran masih terkendali.

“Pasca Lebaran ini, sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Memang ada beberapa komoditas seperti cabai yang masih tinggi, tapi secara umum ketersediaan barang aman dan tidak ada lonjakan signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan harga di pasar guna mengantisipasi potensi lonjakan, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap pasokan.

“Kami rutin memonitor perkembangan harga di lapangan dan berkoordinasi dengan distributor agar pasokan tetap lancar,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi petani, tingginya harga cabai di pasar turut berdampak positif terhadap pendapatan.

Petani cabai di Desa Pelajau, Kecamatan Pandawan, Muhammad Khairul Ansyar, mengungkapkan harga cabai di tingkat petani pasca Idulfitri berada di kisaran Rp74 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram untuk jenis lokal.

“Ini termasuk bagus, karena petani bisa dapat keuntungan di momen Lebaran,” jelasnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, tingginya harga di tingkat pasar tradisional masih tergolong wajar karena adanya rantai distribusi dari petani ke pengepul hingga pedagang.

“Jadi wajar saja kalau di pasar bisa sampai Rp150 ribu per kilogram untuk jenis tertentu seperti tiung, karena sudah melalui beberapa tahap distribusi,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#dinas perdagangan #cabai mahal #Kabupaten Hulu Sungai Tengah #Barabai #harga bahan pokok #libur lebaran