KANDANGAN - Memasuki pertengahan Ramadan 2026, geliat belanja baju lebaran di Pasar Los Batu Kandangan justru terpantau lesu.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (06/03/2026), suasana di pusat perbelanjaan tersebut tampak sepi dari aktivitas pembeli yang biasanya memadati lorong-lorong pasar menjelang hari raya.
Kondisi ini dikeluhkan oleh salah satu pedagang, Adi Putra, yang merasa persaingan dengan platform belanja daring (online) menjadi faktor utama menurunnya omzet mereka.
"Saat ini jualan kami para pedagang baju lebaran sangat sepi pembeli, salah satunya karena disebabkan kami kalah saing dengan penjual baju online yang menjual baju dengan harga yang sangat murah," ujar Adi.
Harga jualan yang lebih murah di penjual online, otomatis membuat masyarakat lebih banyak yang memilih membeli baju lebaran di online saja.
Menurutnya, rantai distribusi menjadi kendala utama bagi pedagang pasar tradisional dalam mematok harga yang kompetitif.
"Kalau yang di penjual online kan langsung dari tangan pertama, nah kalau kami ini sudah tangan ketiga, sehingga otomatis harga di kami jadi lebih mahal," tambah Adi.
Dampak dari sepinya pembeli ini pun mulai terasa ekstrem, di mana sejumlah pedagang mulai menyerah dan berniat meninggalkan usaha mereka.
"Beberapa penjual bahkan memutuskan ingin menjual toko mereka," tegas Adi.
Para pedagang di Pasar Los Batu berharap adanya kebijakan atau kesadaran dari para penjual online agar persaingan harga tidak terlalu jomplang dan mematikan pedagang fisik.
"Harapannya para penjual online ini bijak lah dalam menaruh harga jualan. Kalau mau menaruh harga yang lebih murah, jangan terlalu murah juga. Misal kami menjual harga 100 ribu, maka penjual online harga 90 ribu," harap Adi.
Dengan selisih harga yang wajar, pedagang berharap masyarakat masih memiliki pertimbangan untuk berbelanja langsung di pasar tradisional.
Editor : Arif Subekti