BANJARMASIN – Cairnya THR (Tunjangan Hari Raya) diprediksi memicu lonjakan aktivitas belanja masyarakat. Pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern diperkirakan kebanjiran pengunjung, terutama sepekan sebelum Lebaran.
Di Kota Banjarmasin, salah satu pusat belanja yang bersiap menghadapi lonjakan tersebut adalah Duta Mall Banjarmasin. Hingga awal Ramadan, jumlah pengunjung masih terpantau normal. Namun, tren peningkatan tajam biasanya terjadi setelah THR cair. “Biasanya akan terus naik hingga H+7 Lebaran,” ujar Humas Duta Mall, Yenny Purnawati, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, lonjakan paling terasa pada malam hari. Warga lebih leluasa berbelanja usai berbuka puasa, ditambah berbagai program promo yang digelar manajemen.
Apalagi, Duta Mall telah menyiapkan program Night Sale pada 18–19 Maret serta 22–23 Maret 2026. Dalam momen tersebut, tenant menawarkan potongan harga dan promo khusus yang diproyeksikan menyedot animo pengunjung.
Selain itu, suasana Ramadan juga dimeriahkan dengan Bazar Ramadan di atrium DM1 dan DM2. Beragam produk fesyen, kebutuhan Lebaran, hingga kuliner khas Ramadan disajikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banua. “Kegiatan ini berlangsung di atrium DM1 maupun DM2, yang menjadi pusat aktivitas pengunjung selama Ramadan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen menambah petugas parkir, dan memperkuat pengamanan pada masa puncak kunjungan, mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Banjarmasin serta Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar. “Semoga semuanya berjalan lancar, dan pengunjung bisa terlayani dengan baik,” harapnya.
Sebagai pengunjung, Ninda (29) memilih berbelanja lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang Lebaran. Ia memperkirakan suasana akan jauh lebih ramai setelah THR cair. “Kalau sudah dekat Lebaran biasanya penuh, apalagi malam. Jadi saya pilih belanja dari sekarang, sebelum makin padat,” bandingnya.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief