PELAIHARI - Penutupan Ramadan Expo atau Pasar Wadai Pelaihari yang digelar di Jalan Hadji Boejasin, Pelaihari (Pal-Palan), dimajukan dua hari dari jadwal semula.
Yakni, yang tadinya ditutup pada 18 Maret 2026, dimajukan ke 16 Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat antara Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan para pedagang yang dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) di Aula Kantor Dispar Tala.
Rapat dipimpin Kepala Dispar Tala, Zulpuaddin didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Hamidah, beserta jajaran.
Zulpuaddin menjelaskan perubahan jadwal penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan adanya sebagian umat Islam yang merayakan Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal, yakni pada 19 Maret 2026. “Hal ini sebagai bentuk toleransi karena ada yang berhari raya lebih cepat,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan faktor teknis, terutama proses pembongkaran dan pembersihan tenda yang memerlukan waktu. Lokasi pelaksanaan kegiatan berada di badan jalan raya sehingga perlu segera disterilkan.
“Pembongkaran tenda membutuhkan waktu cukup lama oleh penyedia. Itu juga menjadi pertimbangan,” jelasnya.
Ia menambahkan jadwal penutupan juga berkaitan dengan pelaksanaan Gema Takbir pada malam Idulfitri. Jika penutupan tetap dilakukan pada 18 Maret 2026, dikhawatirkan pembongkaran tenda belum selesai dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Jika tenda belum tuntas dibongkar, arus lalu lintas bisa terganggu. Ini juga menjadi pertimbangan kami,” katanya.
Zulpuaddin menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang atas perubahan jadwal tersebut, serta mengucapkan terima kasih atas pengertian yang diberikan.
Sementara itu, Rizki, perwakilan pedagang menyatakan tidak mempermasalahkan percepatan penutupan Ramadan Expo karena durasi pelaksanaan tahun ini dinilai sudah cukup panjang dibanding tahun sebelumnya.
Editor : Fauzan Ridhani