Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemkab Tanah Bumbu Siapkan Pinjaman Tanpa Bunga untuk UMKM

Zulqarnain RB • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:14 WIB

Pelaku UMKM membuka lapak kuliner dalam kegiatan pasar Ramadan di Batulicin, Tanah Bumbu. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)
Pelaku UMKM membuka lapak kuliner dalam kegiatan pasar Ramadan di Batulicin, Tanah Bumbu. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyiapkan program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kebijakan tersebut bertujuan memberi akses permodalan yang lebih ringan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online.

"Bunga pinjaman online itu terlalu tinggi. Kemudian penagihannya sering dengan kekerasan. Itu yang membuat masyarakat resah. Jadi kami buatkan program ini," kata Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif.

Program ini difokuskan bagi UMKM yang telah terdaftar.

Pemerintah juga menyatakan akan menanggung biaya yang berkaitan dengan proses perizinan usaha.

Selain memprioritaskan pelaku usaha yang sudah berjalan, pemerintah tetap membuka peluang bagi UMKM baru untuk mengakses program tersebut.

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha penerima bantuan.

Pinjaman yang disediakan diperkirakan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp100 juta. Pengajuan dilakukan melalui Bank Kalsel dengan rekomendasi dari pemerintah daerah.

"(Besaran pinjaman) dilihat lagi dari nilai usahanya juga," ujarnya.

Program ini akan segera dijalankan dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah daerah sedang menyusun aturan program tersebut.

Program ini mendapat sambutan dari pelaku UMKM di Tanah Bumbu. Sri, pemilik Dapur Sri, mendukung kebijakan tersebut karena dinilai dapat membantu pelaku usaha mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya tambahan.

Sri merupakan pedagang musiman. Saat Ramadan ia berjualan kue basah, sedangkan menjelang IdulFitri ia beralih menjual kue kering. Selama ini, modal usaha berasal dari dana pribadi.

"Kebutuhan modal jualan di Ramadan ini lebih dari Rp10 juta," ujarnya

Ia mengaku kerap kesulitan menambah produksi akibat keterbatasan modal. Melalui program pinjaman tanpa bunga, Sri berharap dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pemasaran produknya.

Editor : Arif Subekti
#UMKM #Tanah Bumbu #pinjaman #bunga #batulicin