BANJARMASIN - Hingga akhir 2025, baru 41 persen pekerja di wilayah Kalimantan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dari total 7,9 juta pekerja.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Adi Hendratta pada kegiatan temu media di Hotel Fugo Banjarmasin, Senin (2/2/2026).
Diungkapkannya, masih banyak pekerja yang belum terlindungi atau sekitar sekitar 4,6 juta yang pekerja belum terlindungi mencakup lima provinsi di wilayah Kalimantan pada 2026.
"Untuk itulah saya mengajak media bisa terus dioptimalkan untuk mendukung program Pemerintah terutama program jaminan ketenagakerjaan," ungkapnya.
Diungkapkan Ady, kolaborasi dengan media sangat penting terutama untuk literasi soal jaminan ketenagakerjaan ke masyarakat.
"Coverage untuk jaminan ketenagakerjaan di Kalimantan masih kecil dan ini perlu untuk disupport media agar jangkauan bisa lebih luas,"ungkapnya.
Menurut dia, posisi saat ini sebanyak 3,3 juta pekerja di wilayah Kalimantan sudah terdaftar Jamsostek, cakupan tertinggi sebanyak 50 persen di Kalimantan Timur.
"Terendah Kalimantan Barat, baru 27 persen, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hampir sama 42 persen, sedangkan Kalimantan Utara sekitar 46 persen," imbuhnya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin, Sunardy Syahid, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kepesertaan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta media.
“Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting, tidak hanya bagi pekerja formal, tetapi juga pekerja sektor informal dan pekerja rentan. Dengan iuran terjangkau, pekerja dan keluarganya bisa terlindungi dari berbagai risiko kerja,” ujarnya.
Editor : Fauzan Ridhani