BANJARMASIN - Harga sayuran lokal di Banjarmasin mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini mulai dirasakan pedagang sejak momen 5 Rajab dan berlangsung secara bertahap.
Didin, pedagang sayur di kawasan Sungai Andai, menyebut sejumlah komoditas mengalami lonjakan harga. Salah satunya kangkung yang kini dijual hingga Rp7.000 per ikat, dari harga normal Rp3.000 hingga Rp5.000 per ikat.
“Kenaikannya bertahap, sudah sekitar dua pekan ini sejak 5 Rajab,” ujarnya.
Selain kangkung, beberapa jenis sayuran lain seperti sawi, pakcoy, pucuk singkong, dan daun katuk juga ikut naik. Harga sawi dan pakcoy yang sebelumnya sekitar Rp2.000 per ikat, kini menjadi Rp3.500.
Kenaikan harga ini disebabkan terganggunya pasokan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Pasar Subuh Gudang Tengah di Kabupaten Banjar, yang selama ini menjadi salah satu pemasok sayur lokal, terdampak banjir sehingga distribusi terhambat.
Tak hanya itu, banjir juga menyebabkan gagal panen di wilayah Landasan Ulin, Banjarbaru. Padahal, kawasan ini biasanya juga memasok sayuran ke sejumlah wilayah.
“Stok dari Landasan Ulin kosong. Sayuran yang ditanam busuk karena terendam air cukup lama,” kata Didin.
sayur
Dampak kenaikan harga turut dirasakan pedagang dalam aktivitas jual beli. Konsumen disebut lebih selektif dan membeli sayuran dalam jumlah terbatas. “Pembeli sekarang belinya sedikit-sedikit,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Misroh, pedagang sayur di Sungai Lulut. Ia mengaku kesulitan memperoleh pasokan karena wilayah pengambilan sayur di Kabupaten Banjar terdampak banjir.
“Saya biasa mengambil sayur dari Kabupaten Banjar, tapi sekarang semuanya terkendala,” ujarnya.
Para pedagang berharap banjir segera surut agar pasokan sayuran lokal kembali lancar dan harga bisa stabil.
Editor : Arief