Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kinerja Lembaga Jasa Keuangan di Kalsel Stabil

Raudah Anisya • Kamis, 25 Desember 2025 | 15:36 WIB
STABIL:Sepanjang tahun 2025 kinerja lembaga jasa keuangan di Kalsel stabil.
STABIL:Sepanjang tahun 2025 kinerja lembaga jasa keuangan di Kalsel stabil.

BANJARMASIN - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan (OJK Kalsel) menilai kinerja lembaga jasa keuangan di wilayah ini hingga Oktober 2025 berada dalam kondisi stabil dengan tingkat risiko yang tetap terjaga.

Perekonomian Kalsel pada triwulan III-2025 tumbuh 5,19 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan II yang mencatat 5,39 persen. Tiga sektor penopang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel adalah Pertambangan (22,24 persen,Pertanian (15,35 persen) dan Industri Pengolahan (12,12 persen).

Ketua OJK Kalsel, Agus Maiyo menyampaikan kinerja intermediasi perbankan masih menunjukkan tren positif dengan dukungan likuiditas yang kuat. "Kredit tumbuh 6,91 persen (yoy) menjadi Rp82,13 triliun dan NPL gross berada di level aman yakni 2,58 persen," jelasnya.

Dari sisi penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,06 persen, disusul Kredit Konsumsi (6,40 persen).

Sementara itu, Kredit Modal Kerja terkontraksi 3,73 persen, penyaluran Kredit Investasi terbesar berada di Kota Banjarmasin, mencapai 65,59 persen atau Rp53,86 triliun.

"Untuk segmen UMKM, porsi kredit terhadap total kredit di Kalsel tercatat 27,58 persen. Sektor UMKM yang tumbuh paling tinggi adalah Industri Pengolahan (19,86 persen yoy), sementara sektor lainnya mengalami kontraksi," jelasnya lagi.

Dari sisi penghimpunan dana, perbankan di Kalsel mencatat kinerja positif, seperti Aset tumbuh 6,13 persen yoy, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,83 persen yoy dan Kredit meningkat 6,91 persen yoy.

Pertumbuhan DPK terutama disumbang oleh deposito (12,82 persen), tabungan (4,82 persen), dan giro (4,23 persen). Secara spasial, pangsa DPK terbesar berasal dari Kota Banjarmasin dengan nilai Rp59,8 triliun atau 60,60 persen.

Editor : Fauzan Ridhani
#kondisi stabil #otoritas jasa keuangan #banjarmasin #lembaga jasa keuangan #Produk Domestik Bruto (PDB)