Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sulap Lahan Rawa Jadi Kebun Si Manis Melon

Raudah Anisya • Selasa, 2 Desember 2025 | 09:11 WIB
MELON: Untung dengan buah melon yang siap panen di lahan rawa.
MELON: Untung dengan buah melon yang siap panen di lahan rawa.

MARTAPURA - Siapa yang menyangka lahan rawa yang cukup luas di kawasan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar kini sukses menjadi kebun Melon.

Terlihat hamparan tanaman melon dengan buah melon yang sebentar lagi siap panen menjadi pemandangan yang menyenangkan.

Melon yang dihasilkan Untung Wahyu Purnomo bersama kawan-kawannya kini sudah mampu memasok ke sejumlah MBG, tidak hanya di kawasan Banjar tapi juga sudah ke Kapuas.

Seperti diketahui, Melon merupakan salah satu buah yang banyak digemari. Secara ekonomi, tanaman ini dapat memberikan penghasilan lumayan bagi petaninya.

Potensi melon ini yang kemudian dilirik kelompok petani di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Untung yang juga Ketua Kelompok Tani Desa Pejambuan menjelaskan usaha yang dijalankan itu merupakan program ekonomi MIGP dari Yayasan Baitul Maal Brilian RO Banjarmasin.

"Pada Maret 2025, datang petugas YBM Brilian yang memberikan bantuan hibah untuk budidaya melon. Mereka juga memfasilitasi pengadaan bibit, fungi, mulsa dan lainnya," jelas Untung.

Diakuinya bahwa petani di Desa Pejambuan belum pernah bertani melon, sehingga banyak yang bingung dan menyatakan tak sanggup.

"Kami diminta membantu satu kelompok terdiri sepuluh orang, akhirnya hanya bisa didapat lima orang," seloroh Untung.

Lantas, Untung menemui sesama petani di Landasan Ulin, Banjarbaru, yang dikenal banyak berpengalaman bertani melon. "Niat kami belajar mendapat sambutan positif, kami pun siap dibimbing," kata Untung.

Hingga kemudian pada Juni-Juli 2025 ada kepastian bantuan, ada droping Saprodi (Sarana Produksi Pertanian). Satu orang mendapat dua bungkus bibit melon berisi 1.000-1.200 bibit dengan panjang mulsa 500 meter atau satu roll.

Petani di Landasan Ulin melakukan penanaman pada Agustus dan dua bulan kemudian panen pada November dengan capaian sesuai target. Harapan pihak YBM Brilian sepohon menghasilkan 3 Kg dan memang panennya 3,3 sampai 3,4 Kg.

Panen perdana itu dihadiri Camat, pihak Dinas Pertanian, Kepala Desa, aparat TNI Polri. "Di Landasan Ulin harga melon di kebun Rp8000-9000 per Kg. Saat itu per 1000 pohon yang ditanam di area 500 meter persegi atau satu baluran menghasilkan sekitar Rp30 juta," jelas Untung.

Adapun di Desa Pejambuan saat ini dilakukan penanaman bibit melon sebanyak 16 balur yang akan panen dalam beberapa minggu ke depan.

Kepala Desa Kepala Desa Pejambuan, Muhammad Taufik SH mengatakan pertanian melon yang dikerjakan kelompok petani di desanya itu juga menyokong program Pemerintah dalam ketahanan pangan.

"Sudah ada pengkajian unsur tanah di sini dan memang potensial ditanami melon. Dan saat ini di RT 6 sudah tahapan penanaman melon, beberapa minggu ke depan panen," kata Taufik.

Pihaknya juga akan membuat payung hukum bekerjasama pemilik lahan. Hanya saja yang perlu diatasi adalah akses menuju lahan yang perlu dibangun secara layak.

"Akses menuju lahan tidak memadai, contohnya ada jembatan yang rusak perlu perbaikan, sebab itulah perlu dukungan dinas terkait dalam perbaikan," kata Taufik.

Editor : Fauzan Ridhani
#kebun melon #martapura #Kelompok Tani Desa #Sungai Tabuk #kabupaten banjar