BANJARBARU - Bahan Bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Banjarbaru semakin sulit dicari. Selain di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kini di eceran pun stoknya minim.
Rak-rak botol literan di pedagang BBM eceran yang biasanya memajang Pertamax, sekarang hanya berisi Pertalite.
Lena, pedagang BBM eceran di Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang mengatakan, kelangkaan Pertamax terjadi sejak isu miring tentang kualitas Pertalite beredar.“Semenjak isu itu muncul, banyak warga cari Pertamax. Tapi sekarang sulit sekali dapat stoknya,” ujarnya.
Menurut Lena, ini pertama kalinya Pertamax begitu sulit didapat. Padahal biasanya warga justru sangat jarang membeli BBM non subsidi tersebut. “Biasanya orang lebih enak isi di SPBU. Tapi sekarang di SPBU kosong, eceran juga tidak punya,” cetusnya.
Bayu, petugas SPBU 65.707.02 di Jalan Trikora, membenarkan permintaan Pertamax meningkat tajam. “Biasanya 8.000 liter cukup sehari. Sekarang hanya bertahan 4 sampai 5 jam," bebernya.
Menurut Bayu, SPBU tersebut sudah beberapa hari tidak mendapatkan suplai. “Kosongnya sudah tiga sampai empat hari. Permintaan sekarang lebih besar daripada stok,” jelasnya.
Kondisi ini memicu keluhan warga, salah satunya Frida, karyawan swasta asal Desa Cindai Alus. Ia mengaku sudah berkeliling ke sejumlah SPBU di sepanjang Jalan A Yani Martapura hingga Banjarbaru, namun tidak menemukan Pertamax. “Tiga SPBU sudah dicari, tetap kosong mulai pagi,” keluhnya, Jumat (21/11).
Editor: Sutrisno
Editor : Arief