Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Koperasi Merah Putih di Banjarmasin Mangkrak, Gegara Terkendala Akses Pinjaman Modal

Zulvan Rahmatan • Senin, 17 November 2025 | 10:42 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih yang Mangkrak
Ilustrasi Koperasi Merah Putih yang Mangkrak

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 80 ribu Koperasi Merah Putih, Senin (22/7). Setelah diluncurkan, seluruh koperasi seharusnya sudah beroperasi. Namun, di Kota Banjarmasin belum bisa berjalan karena akses modal hingga keterbatasan sumber daya manusia.

      ***

BANJARMASIN – Program nasional Koperasi Merah Putih (KMP) yang digadang-gadang sebagai motor swasembada pangan dan penggerak ekonomi rakyat, kini menghadapi jalan buntu di Kota Banjarmasin. Meski telah diluncurkan secara simbolis sejak Juni lalu dan resmi beroperasi Oktober tadi, namun implementasi KMP di Banjarmasin mangkrak.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Edy Junaidi, mengungkapkan bahwa sebanyak 52 kelurahan yang direncanakan memiliki KMP belum bisa berjalan. Hambatan utama terletak pada akses pinjaman modal, pengadaan tempat usaha, serta keterbatasan sumber daya manusia.

“Modal tidak ada, pinjaman belum ada, infrastruktur tidak ada sama sekali. KMP di Banjarmasin semuanya baru, bahkan dibangun dari nol,” ujar Edy, Jumat (13/11).

Dia menyampaikan, meski persyaratan pinjaman sebagian besar telah dilengkapi, pencairan dana dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) belum terealisasi. Bank Mandiri dan BRI, yang ditunjuk sebagai penyalur, hingga kini belum mengucurkan modal.

Di Banjarmasin, sebanyak 41 dari 52 kelurahan sudah tercatat dalam aplikasi Simpkopdes milik pemerintah pusat. Namun, tanpa modal dan agunan yang memadai, koperasi belum bisa beroperasi. “Pinjaman ke Himbara semua KMP wajib menyertakan agunan. Masalahnya, kemampuan KMP menjaminkan aset masih terbatas. Kalau agunan kecil, pinjaman yang diberikan juga kecil,” keluh Edy.

Secara nasional, Presiden menargetkan 80 ribu KMP berdiri di seluruh kelurahan Indonesia. Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 27 Maret lalu melibatkan 16 kementerian untuk mempercepat pembentukan koperasi ini.

Namun di Banjarmasin, sosialisasi yang sudah dilakukan sejak Mei 2025 di Aula Kayuh Baimbai belum berbuah hasil nyata. Para lurah, camat, dan OPD yang hadir kala itu masih menunggu kepastian pencairan modal.

Pada sosialisasi itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan, sebanyak 52 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan akan dibentuk. Namun, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pusat.

Dia menargetkan agar pembentukan koperasi dapat rampung sebelum peluncuran nasional Koperasi Merah Putih pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi. Yamin optimistis, dengan semangat gotong royong, koperasi di setiap kelurahan dapat berkontribusi signifikan terhadap pembangunan kota. “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang sejahtera melalui semangat koperasi dan gotong royong,” ujarnya saat itu.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#modal #mangkrak #koperasi