Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Wajar Berharap Keberadaan SPBU Swasta

Muhammad Syarafuddin • Senin, 10 November 2025 | 10:03 WIB

 

POM BENSIN: Antrean di salah satu SPBU di Banjarmasin. Foto diambil Minggu (9/11).
POM BENSIN: Antrean di salah satu SPBU di Banjarmasin. Foto diambil Minggu (9/11).

BANJARMASIN - Fenomena motor "brebet" dengan tertuduh BBM jenis Pertalite masih hangat dibicarakan.

Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arief Budiman menilai masalah ini memberi beban tambahan bagi masyarakat.

"Mereka harus memperbaiki motor, kemudian muncul persepsi mereka harus membeli Pertamax. Tentu saja ini menambah pengeluaran mereka, terutama bagi mereka yang pas-pasan pengeluarannya," ujarnya, Minggu (9/11).

Selain itu, muncul dampak psikologis, yakni kepercayaan kepada Pertamina dan SPBU yang menurun.

"Seolah-olah ini terjadi agar mereka diarahkan membeli Pertamax, bukan Pertalite, karena mereka waswas," singgungnya.

Maka wajar bila sebagian masyarakat mulai berharap dengan kehadiran SPBU swasta di Kalimantan Selatan, yang kualitas bahan bakarnya tidak diragukan--kendati lebih mahal.

"Ini menarik, masyarakat lebih percaya kepada SPBU swasta yang notabene hanya ada di kota-kota besar. Ini jadi catatan buat Pertamina," kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini.

Arief berharap agar stakeholder dapat memberikan penjelasan terhadap kondisi yang tengah terjadi, terutama kepada konsumen yang dirugikan.

Sementara itu, akademisi teknik mesin dari Uniska MAB, Suprapto mengingatkan betapa krusialnya bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

"Kalau kejadiannya benar, yang pasti masyarakat rugi karena harus ke bengkel, harus nguras tangki dan lain-lain. Kalau bisa bongkar sendiri ya tetap saja makan waktu," katanya, kemarin.

Suprapto juga mencemaskan efek jangka panjang, "seandainya benar" terdapat kandungan tak ideal yang diberikan kepada mesin terus menerus.

"Kalau efek domino ya pasti banyak, tapi kalau dipakai harian mungkin belum bermasalah. Tidak bicara siapa yang salah dulu. Dampaknya jika ada campuran air ya langsung berasa karena masuk ke ruang bakar, tidak perlu tunggu lama," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Anto ini menyarankan pengambilan sampel dan uji laboratorium. "Agar tidak hipotesis. Masyarakat tidak mungkin menguji sendiri, dan di SPBU setahu saya juga rutin pengecekan standar. Kita harusnya percaya dengan pemerintah dan kualitas bahan bakarnya," tutupnya.

Editor : Arief
#pertalite #Pertamina #BBM #banjarmasin