Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Hasanuddin Madjedie, Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo Serahkan Bantuan untuk Yatim dan Dhuafa

admin • Sabtu, 8 November 2025 | 17:26 WIB
Photo
Photo

BANJARMASIN — Suasana Subuh di Masjid Hasanuddin Madjedie, Banjarmasin, Sabtu (8/11/2025) terasa berbeda. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Anggoro Eko Cahyo hadir dan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama jamaah, serta warga sekitar. Agenda ini dirangkai silaturahmi dan kunjungan kepada Ketua Masjid dan pengurus Masjid, khususnya Bidang Sarana dan Prasarana yang juga merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta menjadi penasihat Real Estat Indonesia (REI), sekaligus penyerahan bantuan untuk anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan Subuh berjamaah ini dimaknai BSI sebagai ajang mempererat ukhuwah, menguatkan literasi keuangan syariah di komunitas masjid, dan menggerakkan kepedulian sosial secara terstruktur melalui ekosistem BSI dan mitra filantropinya. Sejak penetapan kepemimpinan baru, BSI menekankan sinergi perbankan–filantropi–komunitas agar kebermanfaatan layanan keuangan syariah semakin dekat ke jamaah.

“Subuh berjamaah bukan sekedar ritual, tetapi juga medium memperkuat solidaritas sosial, membangun budaya tolong-menolong, dan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses jamaah,” ujar Anggoro Eko Cahyo dalam sambutannya. “BSI hadir tak hanya sebagai bank, melainkan mitra kemaslahatan yang berkomitmen mendorong zakat–infak–sedekah–wakaf digital, literasi keuangan, dan pemberdayaan UMKM jamaah di sekitar masjid,” tambahnya.

Selepas Subuh berjamaah, rangkaian dilanjutkan tausiyah singkat dan dialog ringan mengenai penguatan ekosistem masjid melalui kanal donasi digital serta akses permodalan syariah yang berkelanjutan. Momentum silaturahmi juga dimanfaatkan untuk membahas langkah tindak lanjut antara BSI, takmir, dan jejaring DMI/REI setempat. Khususnya program yang mendorong kemandirian ekonomi jamaah melalui pelatihan, pendampingan usaha mikro, dan kampanye transaksi nirsentuh (cashless) berbasis QRIS syariah.

Pada kesempatan yang sama, bantuan untuk anak yatim dan dhuafa disalurkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial BSI. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat dengan tetap menerapkan pendataan agar bantuan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan program sosial BSI berdampak nyata—mulai dari kebutuhan dasar, beasiswa, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Kita ingin masjid menjadi pusat peradaban yang aktif memajukan umat,” tegas Anggoro.

Pemilihan Masjid Hasanuddin Madjedie sebagai lokasi kegiatan menambah nilai historis agenda ini. Berlokasi di koridor Kayutangi, Banjarmasin Utara, masjid ini sejak lama menjadi simpul aktivitas keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, dan kegiatan sosial masyarakat Banua. Kapasitas masjid yang besar, akses yang mudah, serta jejaring pengurus yang aktif di DMI dan REI menjadikannya titik temu strategis bagi kolaborasi lintas-sektor.

Ke depan, BSI membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan komunitas masjid, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha lokal. Program yang didorong meliputi literasi dan inklusi keuangan syariah, digitalisasi donasi di lingkungan masjid, pendampingan UMKM jamaah, serta ekspansi layanan perbankan syariah yang ramah komunitas—dengan target peningkatan kesejahteraan, kemandirian, dan ketahanan ekonomi keluarga-keluarga jamaah.

“BSI berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat gerak kebaikan—tempat ibadah yang juga menjadi hub literasi, wirausaha halal, dan kepedulian sosial. Bersama para pemangku kepentingan, kami pastikan program berjalan akuntabel, terukur, dan berkesinambungan,” tutup Anggoro.

Editor : Fauzan Ridhani
#Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo #masjid hasanuddin madjedi #banjarmasin #Dewan Masjid Indonesia (DMI) #bantuan untuk anak