Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Motor Tiba-Tiba Mogok dan Masuk Bengkel, Ojol di Banjarmasin Keluhkan kualitas Pertalite

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:30 WIB

 

MASUK BENGKEL: Bengkel motor di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur, saat menyervis salah satu motor milik ojol.
MASUK BENGKEL: Bengkel motor di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur, saat menyervis salah satu motor milik ojol.

BANJARMASIN - Sejumlah ojek online (ojol) di Banjarmasin mengeluhkan sepeda motor yang mengalami masalah serupa. Tersendat-sendat saat dikendarai dan harus masuk bengkel.

Tuduhan mereka mengarah pada bahan BBM jenis Pertalite, yang mereka beli dari sejumlah SPBU di kota ini.

Novi (45) menceritakan, awalnya motornya masih lancar. Namun ketika bahan bakar mulai menipis, muncul tanda-tanda kinerja mesin yang tidak normal.

Dia mulai curiga, ketika hal serupa juga menimpa rekan-rekannya sesama ojol.

"Jalannya tidak normal, tersendat-sendat. Pertama saya ganti busi, jadi enak sebentar, tapi setelah itu bermasalah lagi," ujarnya, Rabu (29/10).

"Setelah dibongkar oleh mekanik bengkel, motor saya perlu diganti filter full pump-nya dan tangkinya juga harus dikuras," tambahnya.

Dugaan Novi mengarah ke BBM. "Saya memakai Pertalite, ngisinya langsung ke SPBU, tidak ke eceran," ujarnya.

"Kenapa saya menduga ke sana, sebab aroma Pertalite sekarang berbeda dengan yang biasa. Baunya sangat menyengat," lanjutnya.

Novi pun beralih ke Pertamax. "Ya berat dari segi ongkos. Biasanya sehari cukup Rp 30 ribu dengan Pertalite, sekarang ngisi Pertamax jadi Rp 50 ribu lebih sehari," keluhnya.

"Kalau tidak pakai Pertamax, bagaimana saya bisa bekerja? Memaksakan Pertalite, takut kembali kena masalah lama. Mengganggu mengantar orderan," ucapnya. "Kami berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti keluhan kami."

Keluhan senada diutarakan Madiannor (23). Ojol satu ini juga mencium aroma yang lebih menyengat dari Pertalite yang dijual di SPBU.

"Baunya seperti thinner untuk mencampur cat. Setelah servis motor, saya tak berani lagi memakai Pertalite. Ganti Pertamax dulu, walaupun berat dari segi pengeluaran," bebernya.

Madiannor menegaskan, kerusakan serupa juga dialami kawan-kawan ojol lainnya. Mereka harus mengganti filter pull pump dan busi supaya motornya kembali normal.

"Tetapi semua bahan bakar di tangki BBM juga harus dikuras habis. Jangan sampai tersisa," tegasnya.

Sementara itu, Rifani (31), mekanik bengkel di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur, mengaku sudah menangani empat buah sepeda motor dengan masalah dan keluhan yang sama.

"Kasusnya semuanya sama. Yang harus diganti juga sama," ujarnya.

Dibeberkannya, jika tidak diservis dan motor dipaksakan jalan terus, kerusakannya akan merambat ke bagian lain. "Bisa memakan biaya lebih besar," pungkas Rifani.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#ojol #bengkel #BBM #banjarmasin #Transportasi