BANJARBARU - Usai meraih Subroto Award 2025, PT Arutmin Indonesia (Arutmin) kembali memperkuat komitmennya dalam bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, Arutmin berbagi pengalaman langsung di dunia kampus melalui kuliah umum bertema “Peran CSR dalam Pengembangan Program Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”, bersama para mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, pada hari Senin (27/10/2025).
Dalam kegiatan ini, pembicara dari Arutmin yakni Ahmad Syahid yang membawakan sesi interaktif dan ringan namun sarat makna. Syahid mengajak mahasiswa memahami bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekadar aktivitas filantropi, melainkan strategi keberlanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. “Kami di Arutmin percaya bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa dibangun hanya lewat bantuan medis sesaat. Yang jauh lebih penting adalah mengajak masyarakat memahami, berpartisipasi, dan akhirnya mampu mandiri menjaga kesehatannya sendiri,” jelas Syahid di hadapan mahasiswa yang memenuhi ruang kuliah.
Ia menambahkan program PPM Arutmin dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan kader kesehatan, penguatan posyandu, serta kegiatan promotif-preventif lainnya. “Kami ingin masyarakat menjadi subjek, bukan objek bantuan,” tegasnya.
Sepanjang sesi, mahasiswa tampak antusias berinteraksi melalui tanya jawab dan mini games yang memantik diskusi seputar kebiasaan hidup sehat dan tantangan perilaku masyarakat. Salah satu mahasiswa PSKM mengaku memperoleh banyak perspektif baru dari sudut pandang praktisi lapangan. “Ternyata dunia CSR itu kompleks dan menarik. Saya baru paham kalau perusahaan bisa punya peran besar dalam kesehatan masyarakat, bukan cuma lewat bantuan, tapi lewat pemberdayaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Diana Puspita yang juga perwakilan Arutmin menuturkan kegiatan berbagi seperti ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara sektor industri dan akademik. “Kami ingin mahasiswa melihat praktik CSR bukan hanya dari teori, tapi dari realitas di lapangan. Harapannya, kelak ketika mereka bekerja di dunia kesehatan masyarakat, mereka bisa menggandeng berbagai pihak termasuk perusahaan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan kuliah umum ini menjadi bukti nyata komitmen Arutmin dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sinergi antara perusahaan, akademisi, dan masyarakat diyakini akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lapangan.
Editor : Fauzan Ridhani