Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Arwana dan Kepiting Kalsel Tembus Pasar Ekspor Mancanegara: Dikirim ke Cina, Malaysia, dan Singapura

M Fadlan Zakiri • Rabu, 1 Oktober 2025 | 13:20 WIB
DIEKSPOR: Petugas Balai Karantina Kalsel memeriksa kepiting bakau sebelum diekspor melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (29/9) sore.
DIEKSPOR: Petugas Balai Karantina Kalsel memeriksa kepiting bakau sebelum diekspor melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (29/9) sore.

BANJARBARU - Produk perikanan asal Kalsel kembali menembus pasar internasional. Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalsel, melepas ekspor puluhan ikan arwana, ribuan kepiting bakau, dan ratusan kilogram ikan segar ke tiga negara sekaligus.

Sebanyak 30 ekor ikan arwana hidup dikirim ke Singapura. 6.928 ekor kepiting bakau hidup terbang ke China. Sementara 216 kilogram ikan pelagis dan demersal segar dipasarkan ke Malaysia. Total nilai ekspor dari pelepasan kali ini mencapai sekitar Rp413 juta.

Kepala BKHIT Kalsel, Erwin AM Dabukke menegaskan seluruh komoditas telah menjalani prosedur karantina secara ketat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas dari Satuan Pelayanan Bandara Syamsudin Noor guna memastikan produk dalam kondisi prima dan sesuai standar negara tujuan.

“Kami pastikan seluruh komoditas sehat, layak, dan memenuhi persyaratan ekspor. Ini penting agar kualitas produk perikanan lokal tetap terjaga, sekaligus meningkatkan daya saingnya di pasar global,” ungkap Erwin lewat keterangan persnya, Selasa (30/9) siang.

Produk ekspor kali ini, lanjut Erwin, merupakan hasil produksi pelaku usaha lokal, yakni CV Tiga A, CV Muara Laut, dan KTL. “Semuanya diterbangkan ke negara tujuan menggunakan maskapai Garuda Indonesia melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru pada Senin kemarin,” ujarnya.

Menurut Erwin, jika melihat data BKHIT Kalsel, geliat ekspor perikanan terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Sejak Januari hingga September 2025, ekspor kepiting bakau hidup tercatat sudah dilakukan 546 kali dengan total 1,3 juta ekor senilai Rp58 miliar.

Untuk ikan arwana, ekspor tercatat 13 kali dengan total 1.120 ekor bernilai Rp434 juta. Sementara ikan segar telah dikirim 23 kali dengan total 5,2 ton bernilai Rp112,2 juta.

Meski potensinya tinggi, Erwin mengakui volume pengiriman per ekspor masih tergolong kecil. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala ekspor.

“Layanan cepat dan profesional adalah bentuk dukungan kami untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi seluruh stakeholder sangat penting agar ekspor kita semakin kompetitif,” tambahnya.

Dukungan serupa juga disampaikan GM PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana. Ia menegaskan komitmen pengelola bandara dalam mendukung kelancaran ekspor melalui penyediaan infrastruktur dan layanan logistik yang optimal.

“Kami terus berbenah agar proses ekspor semakin efisien. Harapannya, volume ekspor komoditas asal Kalimantan Selatan bisa terus meningkat dan berkelanjutan,” katanya.

Kolaborasi lintas lembaga ini, lanjut Wardana, diharapkan semakin mengakselerasi peran Kalsel sebagai salah satu pusat produksi dan ekspor perikanan nasional. “Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, produk laut Banua diyakini bakal semakin diminati pasar global,” pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Perikanan #arwana #Produk #ekspor #Nelayan #kepiting