BANJARMASIN - Meski tak lagi di pusat kota, atau di Lapangan Murdjani Banjarbaru, Kalsel Expo dan BUMDesa Expo 2025 diklaim sukses dalam rangka rangkaian hari jadi Pemprov Kalsel ke-75.
Dinas Perdagangan Kalsel menyebut bahwa expo yang berlangsung sejak Minggu (10/8/2025), berhasil mencatat perputaran uang fantastis.
Nilainya mencapai Rp14,05 miliar.
Bahkan pengunjung yang datang diklaim sebanyak 610 ribu orang.
“Alhamdulillah, ini mengalami peningkatan dan merupakan transaksi luar biasa dibanding tahun lalu,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan.
Menurutnya, animo masyarakat tak berkurang meski tempat pelaksanaannya tak seperti tahun lalu.
“Tak ada pengaruhnya. Buktinya, selain transaksi tinggi, pengunjungnya pun luar biasa,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gia itu menambahkan, lokasi baru tahun ini begitu representatif.
Menjadi salah satu faktor ramainya kunjungan hingga berdampak transaksi.
Menurutnya, di lokasi sebelumnya, dengan potensi kemacetan, membuat masyarakat enggan datang.
“Di lokasi baru, sangat nyaman, apalagi luas. Sehingga masyarakat merasa nyaman saat ke pameran. Tak berdesakan,” ujarnya.
Ke depan, Gia berharap Kalsel Expo dapat berlangsung lebih lama, dan menghadirkan peserta dari provinsi lain.
“Kalau bisa, kita ingin menambah harinya, dan mengundang provinsi lain agar semakin meriah,” cetusnya.
Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas suksesnya penyelenggaraan expo tahun ini.
Expo ini bukan hanya ajang promosi, juga menjadi ruang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Selain menampilkan capaian pembangunan provinsi maupun kabupaten/kota, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk lokal, potensi daerah, serta inovasi masyarakat,” katanya.
Kesuksesan Kalsel Expo & BUMDesa Expo 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Mari kita dorong agar UMKM, BUMDes, dan produk lokal Kalimantan Selatan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ucap Syaripuddin.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief