Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masyarakat Kalsel Kembali Konsumsi Beras Lokal, Beras Pamanukan Perlahan Menghilang di Pasaran

Tia Lalita Novitri • Jumat, 8 Agustus 2025 | 18:36 WIB
DARI JAWA:Beras Pamanukan sempat jadi pilihan andalan warga Banjarmasin saat beras lokal menipis, tahun lalu.
DARI JAWA:Beras Pamanukan sempat jadi pilihan andalan warga Banjarmasin saat beras lokal menipis, tahun lalu.

BANJARMASIN - Sempat jadi primadona sesaat, beras Pamanukan dari Jawa Barat kini perlahan menghilang dari peredaran beras di Banjarmasin.

Bukan karena bermasalah atau tersenggol isu beras oplosan, tetapi karena stok beras lokal yang kembali melimpah.

Hal ini diungkapkan Adi, pengecer beras di Jalan Veteran, Banjarmasin. Ia membeberkan, beras Pamanukan memang sudah tak masuk di tokonya sejak setengah tahun belakangan.

"Karena beras pamanukan sifatnya hanya beras pilihan di saat beras karau (pera) Kalimantan Selatan menipis," ujarnya.

Saat ini, memang sedang musim panen beras di sebagian wilayah Kalsel.

Sebut saja seperti Tapin dan sekitarnya. Pasokan gabah bergilir dari daerah di Kalsel mendukung penurunan harga beras lokal yang sempat melonjak.

"Jika sebelumnya beras Banjar sampai Rp21 ribu per liter, kini turun di kisaran Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per liter," ujarnya.

Rupanya, tak hanya beras Pamanukan. Di toko Adi juga tak banyak pilihan beras pulen dari Jawa. "Kembali lagi ke selera masyarakat, untuk di Banjarmasin, beras karau selalu lebih diminati," ujarnya.

Sehingga, tak heran jika hanya ada 1-2 opsi beras Jawa dari belasan display varian beras di tokonya.

Senada dengan Ahmad, pedagang beras di Pasar Kesatrian Banjarmasin. Ia sempat menjual beras Pamanukan dan berbagai jenis beras Jawa lainnya saat krisis beras lokal tahun lalu.

"Sekarang kembali ke mode awal. Jualan saya didominasi beras lokal aneka varian," bebernya.

Beberapa jenis diantaranya seperti siam, unus, pandak, hingga mayang top. Harganya pun sama seperti di toko Adi.

Meski begitu, Ahmad juga tetap memberi pilihan produk beras Jawa kemasan. Biasanya dibeli oleh pengusaha masakan Jawa atau sejenisnya.

"Tetap jual beras Jawa meski tak sebanyak beras lokal, untuk memenuhi kebutuhan beberapa pengusaha kuliner khas daerah tertentu," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#beras lokal #Toko Beras #pamanukan #banjarmasin #beras oplosan