BANJARMASIN - Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap 23 Juli. Selain isu predator anak, momentum ini sedikit terusik dengan isu kalangan muda kecanduan internet.
Radar Banjarmasin juga mencoba mengulas topik ini dari sudut pandang penyedia jasa layanan telekomunikasi, Telkomsel salah satunya.
Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Banjarmasin Telkomsel, Ahmad Mannyaurang mengatakan bahwa Telkomsel telah berupaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya saing tinggi.
“Untuk membuat hari ini menjadi lebih baik dan menciptakan masa depan yang gemilang,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (22/7/2025).
Ahmad membeberkan Telkomsel saat ini menjangkau 97 persen wilayah populasi di Indonesia. “Melayani lebih dari 158,8 juta pelanggan mobile dan lebih dari 9,8 juta pelanggan fixed broadband (IndiHome-B2C) secara nasional,” sebutnya.
Telkomsel tentunya melakukan pendekatan yang baik kepada segmen anak muda. Lewat produk by.U, Telkomsel menawarkan pengalaman internetan serba digital dan fleksibel khusus bagi kalangan belia. “Saat ini, secara nasional lebih dari 23 juta pelanggan pengguna kartu by.U,” beber Ahmad.
Menjawab tantangan masifnya pengguna internet usia muda, Telkomsel menelurkan aneka pilihan kuota. Meliputi kuota biasa, kuota aplikasi (sosial media, streaming), serta kuota khusus seperti kuota belajar.
Tak melulu tentang kecanduan medsos, anak-anak usia sekolah sejatinya tetap membutuhkan internet untuk kebutuhan belajar. Sesuai perkembangan zaman, sektor pendidikan juga tak menutup mata dengan metode baru sistem pembelajaran.
Ahmad membeberkan aplikasi Skul.id menjadi layanan ekosistem dunia pendidikan yang paling dibutuhkan oleh anak muda ataupun pelajar saat ini.
Menjawab tantangan itu, Telkomsel dan By.U pun memberi benefit special. “Dimana pengguna dapat mengakses Aplikasi Skul.id gratis tanpa memotong kuota,” terangnya.
Setidaknya, ada kabar baik bahwa internet masih digunakan secara bijaksana oleh kalangan muda sesuai kebutuhan seusianya.
Ahmad meyakinkan, providernya telah berusaha keras menciptakan pengaruh positif pemanfaatan jaringan internet.
“Melalui Telkomsel Jaga Cita, harapannya dapat menguatkan ekosistem digital untuk pendidikan berkelanjutan di Indonesia pada platform digital seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, by.U, dan Internet BAIK,” ujarnya.
Ia pun memberi sampel. Melalui program Internet BAIK, data Sustainability Report Telkomsel 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 780 sekolah dari 249 kota dan kabupaten telah mendapatkan wawasan tentang interaksi positif di media sosial dan ekosistem digital. “Gerakan Internet BAIK ini juga turut digalakkan di Kalsel,” tuntas Ahmad.
Editor : Fauzan Ridhani