BANJARBARU - Penerbangan perdana rute internasional di Bandara Internasional Syamsudin Noor rute Banjarmasin - Kuala Lumpur Malaysia direncanakan dimulai pada Oktober 2025 mendatang.
Kabar ini menjadi angin segar bagi pelaku agen perjalanan di Kalimantan Selatan. Salah satunya bagi Aisyah, Owner Camesa Travel Banjarmasin.
Usai ditetapkan kembali sebagai bandar udara internasional, Aisyah menyambut baik rencana dibukanya penerbangan langsung dari Bandara Sjamsudin Noor ke Malaysia dan sebaliknya.
“Tentu ini disambut baik oleh kami para pelaku agen perjalanan. Ini angan-angan kami sejak lama,” ungkap Aisyah kepada Radar Banjarmasin, Kamis (10/7/2025).
Menurutnya, penerbangan langsung ini membuka peluang bagi kemajuan ekonomi dan pariwisata Banjarmasin dan sebaliknya. Asalkan dibarengi dengan strategi promosi yang matang.
Untuk itu, Aisyah menyodorkan beberapa usulan. Usulan pertama ditujukan bagi maskapai agar memberlakukan bagasi gratis minimal 10 kilogram.
“Agar pengunjung bisa leluasa membawa oleh-oleh khas untuk dibawa pulang ke negaranya, terutama produk UMKM,” ujar Aisyah.
Usulan berikutnya bagi calon penumpang. Aisyah mengimbau masyarakat untuk tetap memakai agen perjalanan.
“Kendati ada penerbangan langsung, traveling mandiri biasanya hanya di kota-kota besarnya saja. Dengan travel agen, kami bisa membawa turis hingga ke destinasi-destinasi yang beragam,” jelas perempuan yang aktif dalam perwadahan Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia (Aspperwi) itu.
Usulan lainnya, Aisyah menekankan pada promosi yang intens. Tak hanya mengharapkan Pemerintah, ia mengajak pelaku agen perjalanan untuk proaktif.
“Seperti dengan roadshow mempromosikan wisata kita ke agen perjalanan di Malaysia. Ini juga membutuhkan kerja sama yang baik dengan maskapai, misalnya dengan memberlakukan harga khusus,” terangnya.
Dengan begitu, timbal balik antara penumpang yang ingin berkunjung ke Malaysia dan Banjarmasin bisa seimbang. Sehingga mendatangkan laba bagi berbagai pihak.
Sebagai agen perjalanan, Aisyah juga berharap bahwa pariwisata yang dipromosikan sudah memenuhi faktor 3A, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
Atraksi meliputi daya tarik wisata, aksesibitas berkenaan dengan kemudaan akses mencapai tujuan wisata, dan amenitas meliputi fasilitas dan layanan penunjang.
“Pastikan yang kita promosikan itu benar-benar siap dikunjungi,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani