Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gas Melon Langka di Teluk Tamiang Kotabaru, Warga Ini Minta Pemerintah Carikan Solusi Secepatnya

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 8 Juli 2025 | 14:35 WIB
PRIHATIN: Sambil memperlihatkan gas melon miliknya Berahing warga Desa Teluk Tamiang mengutarakan bentuk kekecewaannya. Foto: Berahing untuk Radar Banjarmasin.
PRIHATIN: Sambil memperlihatkan gas melon miliknya Berahing warga Desa Teluk Tamiang mengutarakan bentuk kekecewaannya. Foto: Berahing untuk Radar Banjarmasin.

KOTABARU- Harga gas melon melambung tinggi di Kotabaru. Bahkan sulit didapati dalam sepekan belakangan.

Seperti yang dikatakan Borahim, Warga Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar saat diwawancarai Radar Banjarmasin, Selasa (8/7).

Dikatakannya, sepekan belakangan ini di Desa Teluk Tamiang sangat kesulitan gas melon 3 kg.

“Kalau biasanya harganya mahal sampai Rp 50 ribu keatas eceran sekarang sudah langka,” ungkapnya.

Diceritakannya, tiga hari yang lalu, ia kehabisan gas di rumah dan mencoba mencari ke penjual warung warung atau yang dikenal pengecer dengan alasan di agen sudah lama tidak datang.

Namun, saat dirinya mencari keliling kampung satupun penjual tidak ada stok dan membuatnya pulang kembali membawa tabung kosong.

 Borahim mencoba menelpon teman dan keluarganya yang ada di Desa Kampung Baru Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar tapi juga nihil teman dan keluarganya juga mengeluhkan hal yang sama.

Upaya pencarian terus dilakukannya dan kembali menelpon temannya di Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat dan lagi lagi juga mengecewakan, karena di sana juga tidak ada yang punya stok gas melon ini.

“Saya bingung kenapa ini jadi langka, dan tidak ada juga pemberitahuan dan lain sebagainya dari agen maupun dari pemerintah,” ucapnya.

Beberapa tetangganya, karena kesulitan ini banyak yang beralih menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan pengganti gas ini.

“Kita sudah ketergantungan dengan gas, kasihan juga kalau bagi masyarakat yang tidak mempunyai dapur kayu bakar,” keluhannya.

Terakhir Borahim berharap, agar yang pemerintah terkait yang bertanggung jawab disini agar secepatnya, diantisipasi karena ini penting sekali.

“Kebutuhan dapur ini mendasar untuk memasak. Saya mohon pemerintah jangan mendiamkan,” katanya.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #Kalsel #gas 3 kg