Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wakil Bupati Kabupaten Tabalong Apresiasi Program YABN dalam Percepatan Penurunan Stunting

Ibnu Dwi Wahyudi • Selasa, 1 Juli 2025 | 20:07 WIB
APRESIASI:Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf menyampaikan pujian terhadap YABN dan perusahaan yang menginisiasi percepatan penurunan stunting di Tabalong.
APRESIASI:Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf menyampaikan pujian terhadap YABN dan perusahaan yang menginisiasi percepatan penurunan stunting di Tabalong.

TANJUNG – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf memberi apresiasi terhadap Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) yang telah melakukan program percepatan penurunan stunting di Tabalong.

Ia menilai program yang diinisiasi PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati site ADMO, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Putra Perkasa Abadi, bersama YABN itu cukup membantu Pemkab Tabalong.

"Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta berperan aktif memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam isu penting, stunting," kata Wabup ketika membuka kegiatan Sinergi Percepatan Stunting di aula H Ining, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Senin (30/6/2025).

Menurutnya, kolaborasi Pemerintah, perusahaan, dan lainnya secara lintas sektor yang terjalin memberikan hasil positif dan patut dilanjutkan.

Terlebih, masalah stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga terkait erat dengan pola asuh, sanitasi lingkungan, akses layanan kesehatan, dan edukasi masyarakat.

"Oleh karena itu, pendekatan komprehensif dan berkelanjutan seperti yang dilakukan dalam program ini sangat dibutuhkan untuk memberikan dampak nyata dan jangka panjang," imbuhnya.

Wabup juga menawarkan agar program percepatan stunting dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana capaian dan melihat tantangan, serta kekurangan yang perlu diperbaiki ke depan untuk bahan refleksi, sekaligus rujukan dalam menyusun strategi lanjutan.

Sepengetahuannya, saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan e-PPGBM melaporkan tahun 2019 sebesar 17,65 persen, tahun 2020 sebesar 11,51 persen, tahun 2021 sebesar 8,88 persen dan tahun 2022 sebesar 7,89 persen, tahun 2023 sebesar 7,46 persen dan saat ini turun 7,49 persen.

Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting pada tahun 2023 di Kabupaten Tabalong masih berada di angka 18,1 persen.

"Angka ini masih berada di atas angka target nasional sebesar 14 persen, sehingga masih perlu perhatian kita untuk terus berupaya mencapai target nasional tersebut," tegasnya.

Karenanya, Taufan berharap hasil program tidak berhenti di sini, dan perlu diintegrasikan dalam kebijakan dan program daerah, agar percepatan penurunan stunting diperkuat.

PAPARKAN PROGRAM:Arif Ahmad Fauzi, perwakilan PT PPA menjelaskan penanganan stunting yang dilakukan perusahaannya bersama YABN dan perusahaan mitra lainnya.
PAPARKAN PROGRAM:Arif Ahmad Fauzi, perwakilan PT PPA menjelaskan penanganan stunting yang dilakukan perusahaannya bersama YABN dan perusahaan mitra lainnya.

"Keberlanjutan menjadi kunci, dan hal ini hanya bisa terwujud jika seluruh elemen terus bersinergi," cetusnya.

Arif Ahmad Fauzi, perwakilan PT PPA menyampaikan percepatan penurunan stunting memerlukan sinergi yang lebih kuat, karena bukan hanya tugas pemerintah daerah saja melalui dinas kesehatan, tapi juga perusahaan.

"Tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha di Tabalong melalui program CSR, perguruan tinggi dan juga tokoh masyarakat," jelasnya.

Ia memberitahukan program percepatan penurunan stunting yang Dilakukan di 30 Desa 10 Kecamatan yang ada di Tabalong menyasar 511 anak balita dan 23 ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Realisasi program diterapkan dengan monitoring, wawancara mendalam, FGD atau pertemuan pelaku teknis serta triangulasi data. Bahkan semua itu melibatkan bidan desa, perangkat desa dan fasilitator.

"Pantauan sasaran balita di Tabalong alami penurunan 3,58 persen dan juga perbaikan status KEK berdasarkan lingkar lengan atas sebesar 50 persen," terangnya.

Riska Fitriani, PIC Program Percepatan Penurunan Stunting dari YABN menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari keterlibatan langsung masyarakat dan kader di lapangan.

"Kami menekankan pentingnya edukasi keluarga secara intensif, serta pemantauan berkala berbasis data untuk memastikan setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung," ujarnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#tanjung #wakil bupati #Kabupaten Tabalong #penurunan stunting #YABN