BANJARMASIN - Masalah truk Over Dimensi Over Load (ODOL) kini kembali panas. Pasalnya, Pemerintah akan kembali menertibkan truk ODOL lewat program Zero ODOL pada 2026 mendatang.
Isu inilah yang diangkat Kamar Dagang dan Idustri (Kadin) Kalsel dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), untuk mencari solusi yang terbaik baik dunia usaha maupun Pemerintah.
Diungkapkan Wakil Ketua Kadin Kalsel, H Tajuddin Noor persoalan truk ODOL ini sangat terkait dengan asosiasi Kadin yaitu APTRINDO (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) dan ORGANDA, juga ALFI ILFA yang menjadi user dari trucking.
"Prinsipnya kami sepakat bahwa penertiban ODOL ini perlu, dan kami juga sepakat bahwa penertiban ODOL
harus juga memperhatikan para pelaku usaha trucking dan logistik yang jumlah armadanya sangat banyak. Berdasarkan data Kota Banjarmasin, pada 2023 di Banjarmasin mencapai 7.226 unit truk," ungkapnya.
Menurut Tajuddin, efektivitas penertiban ODOL melalui FGD ini diharapkan menjadi solusi bersama para pihak untuk keberlangsungan ekosistem logistik Kalsel.
"Kamj juga perlu pertimbangkan status Kalsel sebagai pintu gerbang IKN. Mudah-mudahan, lewat FGD ini yang menghadirkan narasumber baik dari Pemerintah, Kepolisian, Balai Jalan, hingga pengamat ekonomi dan Wakil Rakyat biasa menghasilkan solusi terbaik," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani