Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wakil Menteri UMKM Berkunjung ke Pasar Tradisional Martapura, Pedagang Banyak Mengeluh

M Fadlan Zakiri • Selasa, 24 Juni 2025 | 12:05 WIB
BLUSUKAN: Wamen UMKM RI Helvi Yuni Moraza (tengah) menyusuri lorong-lorong pasar tradisional di Martapura, Kabupaten Banjar. 
BLUSUKAN: Wamen UMKM RI Helvi Yuni Moraza (tengah) menyusuri lorong-lorong pasar tradisional di Martapura, Kabupaten Banjar. 

MARTAPURA – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza menyusuri lorong-lorong pasar tradisional di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (20/6) lalu. Satu per satu sentra perdagangan rakyat didatangi. Mulai dari Pasar Batuah, Pasar Tradisional Martapura, hingga kawasan ikonik Cahaya Bumi Selamat (CBS) yang dikenal sebagai pusat batu permata nasional.

Kunjungan kerja ini menjadi momen penting bagi pelaku UMKM setempat untuk menyampaikan langsung keluhan ke telinga pemerintah pusat. Meski waktu terbatas, pedagang antusiasme agar lapaknya dikunjungi langsung oleh Wamen Helvi.

Helvi menilai potensi ekonomi pasar tradisional Martapura masih sangat menjanjikan. Hanya saja, berbagai hambatan klasik seperti belum optimalnya infrastruktur dan sulitnya akses permodalan pascapandemi Covid-19 masih jadi ganjalan utama. Ia juga melihat bahwa potensi pasar tradisional di Martapura untuk pertumbuhan ekonomi UMKM masih sangat bagus.

“Namun memang ada tantangan besar, terutama akses permodalan dan infrastruktur pasar yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Ini akan kami bawa ke kementerian untuk dibahas lintas sektor,” ujar Helvi.

Menurut Helvi, wajah Martapura sebagai ‘kota perhiasan’ dan ‘kota agamais’ tetap melekat kuat. Sepanjang kunjungan, ia menyaksikan toko-toko emas, batu permata, hingga perlengkapan ibadah masih bertahan, meski sempat terguncang pandemi. Ia juga menyoroti secara khusus potensi besar CBS sebagai pusat perdagangan batu permata.

Namun, lemahnya aspek pengemasan dan pemasaran membuat sektor ini belum bisa melaju lebih jauh. “Martapura punya kekuatan di sektor batu permata, tapi butuh ekosistem pemasaran yang lebih representatif dan fasilitas pendukung memadai agar bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Helvi menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam menata ulang pasar-pasar rakyat. Ia menyebut arahan presiden untuk mendorong ekonomi kerakyatan lewat kolaborasi strategis. “Tidak bisa satu kementerian saja yang bergerak. Ini tugas bersama untuk menata ulang potensi daerah,” tegasnya.

Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), Rusdiansyah menyambut baik kedatangan Wamen UMKM. Ia menyampaikan langsung keluhan pedagang, mulai dari perputaran ekonomi yang belum stabil, persaingan dengan retail modern, hingga minimnya dukungan revitalisasi pasar.

“Alhamdulillah semua sudah tersampaikan. Harapannya tentu kunjungan ini membawa angin segar dari pusat. Jangan sampai pasar tradisional yang jadi tulang punggung ekonomi rakyat kalah bersaing dengan pasar modern,” terang Rusdi.

Rusdi menambahkan bahwa pihaknya siap bersinergi dalam menindaklanjuti hasil kunjungan ini. “Termasuk jika ada program khusus untuk mempercepat revitalisasi fisik pasar dan permodalan UMKM,” janjinya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#UMKM #Banjar #Pasar #Kunjungan #menteri