BANJARMASIN - Di tengah instruksi efisiensi dari Pemerintah Pusat, realisasi investasi di Kalsel dibayangi pencapaian kurang maksimal.
Terlebih, tahun ini Pemerintah Pusat memasang target tinggi kepada Pemprov Kalsel dalam mencapai realisasi investasi.
Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Pusat menargetkan Pemprov Kalsel untuk mencapai realisasi investasi senilai Rp30 triliun.
Target tersebut naik signifikan dibanding tahun lalu, yakni sebesar Rp19 triliun.
Dipaparkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Kalsel, Endri target realisasi investasi di Kalsel tahun ini kenaikannya cukup besar dibanding tahun sebelumnya.
“Berkaca dari tahun 2022, kenaikan target investasi tahun ini naik sekitar Rp5-6 triliun. Biasanya hanya sekitar Rp4 triliun,” sebut Endri, Kamis (12/6/2025).
Sampai triwulan pertama 2025, Endri menerangkan dari target Rp30 triliun tersebu, Pemprov Kalsel sudah merealisasikan sebesar Rp7 triliun.
“Kami tetap optimis sampai akhir tahun target realisasi bisa tercapai meski ditarget tinggi dan dalam efisiensi,” yakinnya.
Endri menyebut Investasi yang masuk ke Kalsel masih didominasi sektor pertambangan. Sektor pariwisata juga mulai tumbuh, hanya saja belum signifikan.
Tahun 2024 tadi, Dinas PMPTSP Kalsel berhasil merealisasikan investasi di Kalsel di atas 100 persen, yakni sebesar Rp25 triliun dari target Pemerintah Pusat sebesar Rp19 triliun.
“Berbagai terobosan kami lakukan untuk mengejar target tahun ini,” imbuhnya.
Diakuinya, target ini berat. Apalagi, beberapa kegiatan promosi investasi tidak dianggarkan oleh Pemerintah Pusat, sehingga bakal jadi kendala mencapai target realisasi investasi tersebut.
“Strategi kami tahun ini untuk mengejar target realisasi investasi adalah dengan membuat program promosi investasi digital,” paparnya.
Yakni, dengan aplikasi digital yang nantinya bisa diunggah ke handphone. “Sehingga, nantinya para investor bisa mudah melihat semua peluang investasi di Kalsel hanya melalui handphone mereka,” ujar Endri.
Mengejar target Pemerintah Pusat, Endri yakin dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalsel bisa dijual ke investor. Meski, saat ini peluang potensi sumber daya alam terbesar di Kalsel hanya di sektor pertambangan.
“Peluang di sektor pertambangan memang sangat menjanjikan. Tapi kami tetap mendorong potensi di sektor lain, seperti perikanan, perkebunan, pariwisata, pertanian dan industri,” katanya.
Sisi lain, status Geopark Meratus yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) sejak April 2025 lalu, dia semakin yakin akan membawa dampak besar terhadap iklim investasi di Kalsel.
“Status itu membawa dampak besar, tentu akan bisa menarik minat para investor datang ke Kalsel,” yakinnya.
Dia menambahkan peluang mencapai target realisasi investasi tersebut akan semakin terbuka dengan Bandara Syamsuddin Noor yang sudah kembali berstatus internasional.
Hal ini diyakini akan membuat iklim investasi di Kalsel semakin bagus.
Pasalnya, para investor dari luar Indonesia akan semakin mudah datang langsung ke Kalsel. “Ini salah satu harapan besar kami untuk merealisasikan capaian investasi di Kalsel,” tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani