Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jangan Lagi Ada Beking dan Pungli, Pedagang Sayur Pasar Keramat Barabai Datangi Dewan

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 12 Juni 2025 | 09:33 WIB
ASPIRASI: Rapat dengar pendapat antara pedagang sayur Pasar Keramat Barabai dengan Komisi II DPRD HST, Rabu (11/6).
ASPIRASI: Rapat dengar pendapat antara pedagang sayur Pasar Keramat Barabai dengan Komisi II DPRD HST, Rabu (11/6).

BARABAI - Aspirasi pedagang sayur Pasar Keramat, Barabai, diterima Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (11/6).

Pedagang datang untuk merespons rencana penertiban yang akan dilakukan pemerintah. Pedagang meminta solusi agar mereka tetap bisa berjualan.

Salah seorang pedagang, Rida mengakui selama ini memang berjualan di luar pasar. Mereka pernah dipindahkan ke dalam pasar, namun dagangannya tidak laku.

"Ada yang sehari cuma dapat Rp16 ribu aja. Kalau kami habis modal bagaimana," ujarnya.

"Pada dasarnya kami mau dipindah, tapi masalahnya pembeli sepi. Nah, solusinya apa dari pemerintah," tambahnya.

Dari dialog tersebut terungkap, selama ini memang ada beking yang mengamankan lapak-lapak pedagang.

Hal ini diungkap Ketua UPT Pasar Keramat Barabai, Tomi. "Tapi ada kesulitan dalam penertiban, ternyata lapak ada yang membekingi. Hal ini yang tidak bisa dikendalikan dengan mudah oleh pemerintah," ungkapnya.

Kesulitan lain yakni ego pedagang yang tinggi. Mereka kerap melanggar kesepakatan yang sudah dibuat antar sesama pedagang.

"Contoh soal pengundian nomor urut lapak. Walaupun sudah dibuat seperti arisan, tetap saja akhirnya para pedagang tidak sepakat sehingga memicu keributan," bebernya.

Wakil Ketua DPRD HST, Tajudin menegaskan bahwa dewan dan pemkab sepakat untuk menata kembali Pasar Keramat.

Selanjutnya, para pedagang diminta berkoordinasi dengan UPT Pasar tentang penempatan lokasi pedagang di dalam pasar agrobisnis. Supaya pedagang yang sudah lama diprioritaskan mendapat tempat.

"Jangan sampai pedagang yang baru didahulukan," ujarnya.

Pedagang juga diminta jangan semaunya sendiri. Mereka harus mengikuti aturan yang telah disepakati pemerintah.

Tajudin juga menegaskan jangan lagi ada pungli. "Karena itu pasar punya pemerintah. Kalau ada pungli, pedagang harus berani melapor ke dewan," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga menegaskan jangan sampai ada lapak yang dikuasasi preman.

Penataan pasar juga akan menyasar para pengunjung dan pembeli. Pembeli dilarang berbelanja ke pasar menggunakan motor atau mobil.

"Jadi kendaraan harus diparkir. Pembeli harus turun dan jalan kaki," tegasnya.

Tajudin optimis semua pedagang sayur yang berjualan di luar pasar akan tertib dan mau masuk ke dalam pasar. "Saat ini ada lebih dari 100 lapak yang tersedia di Pasar Agrobisnis. Saya kira ini cukup untuk menampung semua pedagang," pungkasnya.

Penertiban akan dieksekusi setelah rapat kerja Komisi II dengan Dinas Perdagangan, Satpol PP dan UPT Pasar. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#penertiban #hulu sungai tengah #Pasar #dewan