Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT RPN Tingkatkan Skill Budidaya Pekebun Sawit dari Kabupaten Tanah Bumbu

Raudah Anisya • Rabu, 21 Mei 2025 | 10:30 WIB
SKILL:Kegiatan pelatihan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.
SKILL:Kegiatan pelatihan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

BANJARMASIN - Dalam rangka meningkatkan kompetensi para pekebun sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Dengan kualifikasi yang dimiliki, PT RPN mendapat kepercayaan untuk memberikan pelatihan kepada pekebun sawit berbagai modul untuk meningkatkan kompetensi para pekebun sawit dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.

Kegiatan pelatihan ini digelar pada 19-24 Mei di Banjarmasin dan diikuti 106 peserta dari Kabupaten Tanah Bumbu dan terbagi tiga angkatan. Sebagai informasi, kegiatan pelatihan petani merupakan pelaksanaan program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) dari BPDP dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan pekebun dalam hal teknis budidaya.

SEVP Operation 1 PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Dr Tjahjono Herawan mengutarakan pihaknya kembali mendapat kepercayaan dari BPDP dan Ditjenbun untuk menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan berbagai modul, salah satunya modul Teknis Budidaya Kelapa Sawit.

“Diikuti oleh pekebun sawit dari Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraanya,” ujar Dr Tjahjono Herawan.

Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit dengan modul Teknis Budidaya Kelapa Sawit yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya tentang persiapan bahan tanam, lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“Pada pelaksanaannya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah memainkan peran yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit. PPKS telah berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas para pekebun dalam sistem usaha ini," kata Dr Tjahjono Herawan.

“Tujuannya tak lain untuk memberikan gambaran secara nyata perkebunan kelapa sawit yang dikelola sesuai dengan Good Agricultural Practices. Dan, mempraktikkan materi atau teori yang telah didapat selama pelatihan,” pungkasnya.

Pada pelaksanaannya, peserta pelatihan mendapatkan berbagai materi di antaranya kebijakan dan regulasi usaha Perkebunan kelapa sawit, bahan tanam, persiapan lahan, Teknik penanaman, pemeliharaan dan pengendalian OPT (Hama, Penyakit, dan Gulma).

Sambutan dan apresiasi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan PT RPN disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh Suparmi MS. Ia menyampaikan untuk mencapai pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satunya melalui peremajaan tanaman yang kurang produktif, tua dan atau dengan dukungan pengembangan SDM dan bantuan Sarpras (Sarana dan Prasarana).

“Pengembangan SDM PKS dalam rangka pendanaan BPDP terbagi menjadi dua program yaitu pelatihan dan pendidikan. Untuk pelatihan dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis, manajerial, kewirausahan, dan pelatihan lainnya yang diberikan kepada pekebun, penyuluh, tenaga pendamping, ASN dan Masyarakat sekitar kebun,” ujarnya.

“Kali ini, jumlah peserta pelatihan teknis budidaya bagi pekebun kelapa sawit berjumlah 106 orang terbagi menjadi 3 kelas, sesuai dengan hasil rekomendasi teknis (rekomtek) yang sudah diterbitkan,” imbuh Suparmi.

Melalui, program pelatihan teknis budidaya pekebun kelapa sawit menciptakan usaha yang kondusif dengan meningkatkan partisipasi Masyarakat pekebun dan peternak dalam bentuk memfasilitasi kelembagaan. “Sehingga mampu berdaya saing dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi saat ini yang begitu cepat berubah,” pungkas Suparmi.

Sebagai informasi, selain mendapatkan materi di kelas yang disampaikan oleh pemateri yang berpengalaman, peserta mendapat kesempatan melihat praktik budidaya yang dilalukan perusahaan. Yaitu studi banding ke kebun perusahaan, PT Citra Putra Kebun Asri, Kamis (22/5/2025) di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

Editor : Fauzan Ridhani
#PT RPN #banjarmasin #pekebun sawit #pelatihan #kementerian perkebunan