Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bank Kalsel bersama OJK Kalsel dan Pemkab HSS Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan lewat Padi Apung

Raudah Anisya • Kamis, 1 Mei 2025 | 15:29 WIB
PANEN:Kegiatan panen Padi Apung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
PANEN:Kegiatan panen Padi Apung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

KANDANGAN – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi daerah, Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), melalui Dinas Pertanian melaksanakan program inovatif pertanian padi apung di wilayah Daha, Kabupaten HSS.

Padi apung ini merupakan metode penanaman padi di lahan yang tergenang air dan telah terbukti efektif diterapkan di berbagai daerah. Program ini tidak hanya menjadi solusi adaptif terhadap kondisi lahan, namun juga memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan hasil pangan, pengurangan risiko gagal panen, peningkatan pendapatan petani, hingga menjadi sarana pengembangan teknologi pertanian modern. Sehingga, bermanfaat bagi para petani mendatang.

Pada Rabu (30/4/2025), panen padi apung dilaksanakan secara langsung di lokasi lahan pertanian di Desa Siang Gantung, Daha oleh sejumlah tokoh penting. Yaitu, Bupati HSS diwakili oleh Sekda HSS, H Muhammad Noor. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman dan Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo. Serta, Kepala DJPB Provinsi Kalsel, Syafriadi dan Deputi Kepala perwakilan Bank Indonesia, Bimo Epyanto. Kepala Dinas Pertanian HSS, H Muhammad Noor dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh Camat Daha Barat, Kepala Desa Siang Gantung, dan seluruh Masyarakat Desa Siang Gantung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Samsir Rahman menyampaikan, program padi apung merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi produksi di Indonesia, khususnya di Kalsel. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bank Kalsel dan OJK Kalsel yang telah berkontribusi dan mendukung inovasi pertanian ini, kemudian sebagai wujud sinergi dari segala pihak untuk turut serta mencipta swasembada pangan yang diarahkan oleh Presiden Indonesia agar mengembangkan dan menciptakan penanaman padi melalui padi apung yang di dukung penuh oleh Bank Kalsel,” ucap Syamsir.

Sementara itu, Bupati Kabupaten HSS diwakili oleh Sekda Kabupaten HSS, H Muhammad Noor turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel, OJK Kalsel, dan Bank Indonesia atas dukungan dan kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemerintah Daerah dalam mendorong pengembangan perekonomian, khususnya di Kabupaten HSS.

“Terkait acara ini, tentu saya merasa bersyukur karena kita dapat menyaksikan kegembiraan dan
keberhasilan para petani, khususnya di Desa Siang Gantung. Ini menandakan bahwa inovasi yang dilakukan tetap terjaga dan akan terus dikembangkan. Kegiatan ini bukan sekadar panen, tetapi jugawujud nyata dari sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Muhammad Noor.

Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk
terus bersinergi dalam berbagai program yang mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kalsel. “Kami percaya bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Oleh karena itu, Bank Kalsel akan terus hadir memberikan dukungan, baik dari sisi pembiayaan maupun pendampingan, agar para petani dapat lebih produktif, mandiri, dan sejahtera,” ujar Fachrudin.

Kesempatan berbeda, Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo menyampaikan program ini merupakan bukti nyata peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Melalui panen perdana ini, kita berharap program budidaya padi apung dapat direplikasi di berbagai
wilayah lain di Kalsel sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan berbasis kolaborasi. Program ini juga menjadi salah satu fokus dalam upaya transformasi sektor pertanian, khususnya melalui peningkatan akses keuangan bagi para petani,” pungkas Agus.

Editor : Fauzan Ridhani
#pertanian padi #Kabupaten Hulu Sungai Selatan #Bank Kalsel #Kandangan #program inovatif