Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BI laporkan Inflasi Kalsel Maret 2025 Capai 1,59 Persen

Raudah Anisya • Minggu, 13 April 2025 | 14:00 WIB
INFLASI:Bank Indonesia mengumumkan laporan inflasi di Kalsel lewat IG resminya.(foto:IG BI Kalsel)
INFLASI:Bank Indonesia mengumumkan laporan inflasi di Kalsel lewat IG resminya.(foto:IG BI Kalsel)

BANJARMASIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel melaporkan inflasi daerah pada Maret 2025 sebesar 1,59 persen (mtm) atau 1,20 persen (yoy) melalui media sosial resminya.

Kepala KPw BI Kalsel, Fadjar Majardi menyebut kenaikan inflasi ini terutama dipengaruhi oleh berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan dengan daya 2200 VA ke bawah, khususnya pelanggan prabayar

Dari lima kabupaten/kota yang dihitung dalam Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru (3,16 persen mtm), sementara Banjarmasin mencatat inflasi terendah (1,13 persen mtm),” ujar Fadjar, Kamis (10/4/2025).

Tiga daerah IHK lainnya mencatat angka inflasi yaitu Tabalong: 1,31 persen,Hulu Sungai Tengah: 2,40 persen dan Tanah Laut: 2,06 persen

Di sisi lain, tarif angkutan udara menjadi faktor penahan inflasi, seiring dengan diskon tiket pesawat 13-14 persen menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1446 H.

Pengendalian inflasi ini atas sinergitas KPw BI Kalsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, serta mitra strategis yang akan terus melakukan sinergi dan kolaborasi guna menjaga stabilitas inflasi di Banua, Kalsel.

Fadjar kembali menjelaskan, rata-rata tiga tahun ini mencapai 0,77 persen (mtm) dan 4,26 (yoy), sebagaimana pada Maret 2024 mencapai 0,62 persen (mtm) dan 2,58 persen (yoy). Sementara pada Februari 2025 mencapai -0,39 persen (mtm) dan 0,25 persen (yoy).

“Langkah pengendalian ini, TPID Kalsel melaksanakan operasi pasar atau pasar murah sebanyak 99 titik di berbagai daerah di Kalsel, termasuk juga panen raya padi serentak di delapan kabupaten di Kalsel yang mencapai total luas 20 ribu hektare,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#bank indonesia #banjarmasin #Kalsel #media sosial #inflasi