BANJARMASIN - Penjualan produk minyak goreng MinyaKita di Kalsel mengalami penurunan hingga 50 persen sejak beredar isu takarannya tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan. Yakni, di kemasan tertulis takarannya 1 liter, namun belakangan diduga hanya di kisaran 750-800 mili liter.
Takaran kurang ini viral di media sosial dan membuat penjualan diseluruh Indonesia, termasuk di Kalsel mengalami penurunan.
H Aftahudin, distributor MinyaKita di Kalsel mengakui terjadi penurunan drastis penjualan produk MinyaKita sejak isu tersebut merebak.
Baca Juga: Pengangkatan CPNS dan PPPK Ditunda, BKD Kalsel: Pelamar yang Lulus Seleksi Jangan Resign Dulu
"Di tempat kami, penjualan turun hingga 50 persen. Padahal MinyaKita yang kami jual dijamin tidak ada pengurangan takaran, sudah kami cek takarannya tetap satu liter," ucapnya.
Diakui Aftahudin, MinyaKita yang dijual di pasaran Kalsel berasal dari berbagai produsen, baik produsen di Jawa maupun di Kalimantan, atau dari daerah lainnya. "Di tempat kami, MinyaKita diambil dari produsen di Pangkalan Bun dan Sampit, jadi kami jamin tidak ada pengurangan takaran," tambahnya.
Ia pun meminta masyarakat di Kalsel untuk tidak ragu membeli MinyaKita, karena sudah dilakukan cek dan ricek untuk ukuran dan hasilnya sama, yaitu 1 liter. "Kami pastikan dan kami jamin untuk MinyaKita yang kami jual, takarannya sama, yaitu 1 liter, jadi masyarakat di Kalsel tidak perlu ragu," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani