Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

TPID Banjarmasin Sidak ke Pasar Kuripan dan Supermarket, Temukan Ini

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 4 Desember 2024 | 16:20 WIB
TANYA PEDAGANG: TPID Banjarmasin melakukan sidak ke Pasar Kuripan dan salah satu supermarket pada Rabu (4/12/2024). (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)
TANYA PEDAGANG: TPID Banjarmasin melakukan sidak ke Pasar Kuripan dan salah satu supermarket pada Rabu (4/12/2024). (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banjarmasin melakukan sidak ke pasar tradisional Kuripan, dan salah satu supermarket pada Rabu (4/12/2024).

Ini sebagai tanda Pemko Banjarmasin ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan memantau stabilitas harga.

Tidak hanya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), juga di tengah cuaca ekstrem yang terus membayangi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, M Taufik Rivani menjelaskan bahwa inflasi di Banjarmasin saat ini masih terkendali.

Meskipun curah hujan tinggi menjadi tantangan utama.

“Stok sembako, baik di pasar tradisional maupun ritel, masih terjaga. Angka inflasi kita cukup baik jika dibandingkan data sebelumnya,” banding Taufik usai kegiatan monitoring.

Namun, ia mengakui ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai rawit dan bawang merah.

Ini dipengaruhi sulitnya produksi akibat curah hujan tinggi.

Meski begitu, ketersediaan bahan pokok utama seperti beras masih aman berkat dukungan panen raya nasional.

“Khusus untuk beras jenis unus dan mayang yang menjadi favorit masyarakat Banjar, stoknya cukup melimpah. Kami optimistis harganya akan stabil hingga akhir tahun,” tambahnya.

Selain cabai dan bawang, harga ikan gabus juga mengalami kenaikan.

Hal ini disebabkan oleh pasang air yang menyulitkan budi daya ikan tersebut secara tradisional.

“Ikan gabus adalah makanan khas Banjar yang sering disantap dengan nasi kuning. Meskipun harganya naik, kami berharap pengembangan teknologi perikanan bisa menjadi solusi jangka panjang,” ujar Taufik.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga kestabilan harga serta pasokan bahan pokok di tengah tantangan cuaca.

“Permintaan jelang Nataru mungkin meningkat. Tapi, kami memastikan semuanya masih dalam tahap wajar. Kami juga terus mendorong budi daya cabai dan bawang merah untuk mengatasi masalah serupa di masa depan,” jelasnya.

Pedagang beras di kawasan Muara Kelayan, Ifin mengungkapkan bahwa harga beras lokal seperti unus dan siam masih stabil.

Masing-masing Rp500 ribu dan Rp635 ribu per karung.

“Beras jawa malah turun sekitar Rp5.000 dari harga normal,” katanya.

Melalui upaya monitoring ini, Pemko Banjarmasin berupaya untuk menjaga stabilitas ekonomi, serta mengantisipasi potensi masalah pangan menjelang hari besar.

"Dengan pengawasan dan kerja sama berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat menyambut Nataru dengan tenang, tanpa khawatir soal kebutuhan pokok," tutup Taufik.

Editor : Arief
#bahan pokok #tahun baru #Sembako #banjarmasin #natal #Pasar