Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ULM Gandeng UMKM Tingkatkan Green Economy Index Kalsel

Fauzan Ridhani • Minggu, 22 September 2024 | 20:07 WIB
DIAGRAM:Tiga pilar dengan 15 indikator Indeks Ekonomi Hijau atau Green Economy Index (GEI).
DIAGRAM:Tiga pilar dengan 15 indikator Indeks Ekonomi Hijau atau Green Economy Index (GEI).

BANJARMASIN - Tim Pengabdian Masyarakat Usaha Produk Unggulan Daerah Universitas Lambung Mangkurat (PM UPUD ULM) menggandeng UMKM di Kalsel untuk meningkatkan Green Economy Index (GEI). Yakni, menggandeng Mitra UMKM dengan Omzet di atas Rp150 juta. Yaitu, Atun Cempaka Sasirangan (ACS) dan Rabita Spesialis Tas Sasirangan (Rabita). PM UPUD ULM bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Banjarbaru menjadikan dua UMKM sebagai contoh mendorong peningkatan Green Economy Index (GEI) Kalsel.

Saat ini, GEI Kalsel berada di angka 36,26. Dengan melibatkan Mitra UMKM, diharapkan dapat membantu meningkatkan angka GEI Kalsel hingga mencapai 65,00, atau bahkan lebih. Terdapat tiga pilar dengan 15 indikator dalam GEI, yaitu 5 indikator lingkungan, 6 indikator ekonomi, dan 4 indikator sosial.

Tiga pilar pembangunan berkelanjutan yang terus didampingi Tim UPUD (Usaha Produk Unggulan Daerah) DRTPM ULM 2024-2026. Tim ini diketuai oleh Prof Dr Ir Hesty Heryani MSi IPU ASEAN Eng. Beranggotakan Andry Fajar Zulkarnain, Noor Ridha Yanti, dan Utomo. Tiga pilar tersebut meliputi lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Pilar lingkungan fokus pada Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Energi Primer Tenaga Surya dan Penurunan emisi kumulatif dari baseline. Pilar Ekonomi fokus pada intensitas emisi dan intensitas energi final yang dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi pengembangan produksi. Untuk Pilar sosial ditekankan pada upaya mengurangi tingkat pengangguran terbuka dan tingkat kemiskinan. Kesemuanya ini sangat terkait dengan 17 UN’s SDGs.

PENGABDIAN:Tim UPUD DRTPM ULM (2024-2026) yang diketuai oleh Prof Dr Ir Hesty Heryani MSi IPU ASEAN Eng dengan anggota tim Andry Fajar Zulkarnain, Noor Ridha Yanti, dan Utomo.
PENGABDIAN:Tim UPUD DRTPM ULM (2024-2026) yang diketuai oleh Prof Dr Ir Hesty Heryani MSi IPU ASEAN Eng dengan anggota tim Andry Fajar Zulkarnain, Noor Ridha Yanti, dan Utomo.

Pada kegiatan PM UPUD ULM ini, diserahkan bantuan berupa 10 unit panel surya masing-masing dengan daya 200 Watt, satu unit inverter, satu kotak dengan 2 MCB untuk brown energy dan green energy, baterai 2 buah masing-masing kapasitas 12 V 200 Ah untuk saving energi surya total 4800 Watt. Dengan bantuan tersebut diharapkan bisa sebagai operasional alat-alat produksi yang dibutuhkan UMKM Mitra untuk pengembangan usahanya.

Pendampingan dan pemasangan, serta transfer teknologi dan edukasi untuk implementasi panel surya dilakukan oleh Tim PM UPUD DRPTM ULM secara simultan. Mulai dari pemasangan, hingga prinsip dan cara penggunaannya. Sistem K3 dan Simulasi efisiensi biaya mengacu pada penggunaan beberapa peralatan produksi utama yang juga diberikan Tim PM UPUD DRTPM ULM.

Peralatan dimaksud dalam peningkatan GEI Kalsel berupa mesin highspeed untuk bahan extra tebal, mesin Postbed dan mesin Leather Skiving, memerlukan kapasitas energi cukup besar. Serta, memang harus dibantu dengan panel surya (energi matahari), sehingga dapat mengurangi intensitas emisi dan intensitas energi final.

Pelatihan dan pendampingan pada program PM UPUD bersama Disdagin Kota Banjarbaru, serta mitra strategis lainnya seperti komunitas dan Media, diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan. Penggunaan peralatan tersebut dengan menerapkan prinsip Green Economy dapat menghasilkan aneka produk yang variatif dan berkualitas.

Editor : Fauzan Ridhani
#UMKM #banjarmasin #ULM