Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tayo Kembali Mengaspal di Martapura, Sudah Ada Kesepakatan dengan Sopir Angkot

M Fadlan Zakiri • Jumat, 13 September 2024 | 09:44 WIB
NAIK BUS: Suasana penumpang dalam Bus Trans Banjarbakula yang beroperasi sampai ke Antasan Senor atau Pondok Pesantren Darussalam, Martapura.
NAIK BUS: Suasana penumpang dalam Bus Trans Banjarbakula yang beroperasi sampai ke Antasan Senor atau Pondok Pesantren Darussalam, Martapura.

MARTAPURA - Setelah lebih sepekan lamanya terhenti karena penolakan, layanan Bus Trans Banjarbakula akhirnya bisa kembali mengaspal di wilayah Martapura, Kabupaten Banjar. Per 11 September 2024 kemarin, Dishub Kalsel kembali mengaktifkan lagi rute Terminal Gambut Barakat menuju Ponpes Darussalam Martapura.

Hal ini dikarenakan sudah ada kesepakatan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar dengan Organda setempat.

“Informasi dari Dishub kabupaten Banjar, katanya mereka sudah menemukan kesepakatan dengan para sopir angkot di wilayah Martapura,” kata Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi Ia berharap angkutan massal dengan skema Buy The Service (BTS) ini bisa tetap mengaspal di wilayah Martapura dengan lancar tanpa kendala lagi.

Jika ke depan terjadi masalah, Fitri berharap agar semua pihak bisa duduk Bersama, dan menyelesaikannya dengan cara yang tidak merugikan masyarakat.

“Karena layanan ini (bus dengan rute menuju Darussalam, red) sudah sangat dinanti warga, termasuk para santri-santri di Martapura yang biasa pulang pergi sekolah naik bus,” ingatnya. Apalagi masyarakat perlu layanan angkutan umum yang murah dan memenuhi standar.

Pemprov Kalsel juga menargetkan rute BTS Trans Banjarbakula semakin meluas. Tentunya dengan tetap melihat kondisi anggaran.

Fitri membandingkan jika melihat salah satu prioritas program pembangunan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto adalah untuk meningkatkan layanan angkutan perkotaan.

“Mudah-mudahan ini jadi angin segar bagi Dishub Kalsel untuk memperluas layanan angkutan massal hingga ke wilayah yang belum terjangkau,” ujarnya.

“Tentu tetap di wilayah perkotaan saja. Kemudian untuk teman-teman organda akan jadi angkutan feeder,” tekannya.

Seperti diketahui, layanan BTS Trans Banjarbakula dengan rute Martapura terpaksa distop Pemprov Kalsel pada 3 September 2024 lalu. Hal ini merupakan imbas protes yang dilayangkan para sopir angkutan umum (angkot). Mereka merasa semakin sulit mengais rejeki.

Kepala Dishub Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana mengatakan pihaknya sudah sepakat untuk menjadikan angkot sebagai angkutan feeder alias pengumpan. Untuk rutenya angkutan feeder pun juga sudah disiapkan. Di antara adalah Darul Hijrah sampai ke Pasar Batuah.

Kemudian juga ada trayek dari Bincau menuju ke Sekumpul, terus ke Pasar Batuah dan Terminal. “Ada kemungkinan nantinya juga ada rute lain yang jadi jalur angkutan feeder. Misalnya dari Pesayangan atau dari Tungkaran,” ujarnya.

Diakui Nyoman, bahwa jalur untuk angkutan feeder di Kabupaten Banjar masih belum sepenuhnya matang. “Banyak hal yang harus kami diskusikan dengan para sopir dalam merumuskan ini. Pelan-pelan kita susun,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah ini memang sudah merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar. "Memang semua harus berkomitmen agar jalur feeder-feeder itu bisa tersusun dan berjalan seperti yang kita inginkan,” katanya.

Salah satu cara penyusunan angkutan feeder di Kabupaten Banjar ini adalah menyusun legalitas pembentukan organda di Kabupaten Banjar.

“Karena akan memudahkan bagi kami untuk mengambil sebuah keputusan jika mereka punya badan hukum,” pungkas Nyoman.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#brt #Transportasi #bus