BANJARMASIN - Peretasan akun Google Bisnis menimpa sejumlah perhotelan Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Selatan.
Motifnya, peretas mengubah nomor kontak yang ada pada Google Bisnis hotel, dari semula kontak resmi menjadi kontak Whatsapp pribadi penipu.
Di sisi lain, kontak WA ini bergerilya menyasar ke nomor-nomor tertentu. Mereka menawarkan promo dengan harga miring. Bahkan kurang dari separuh harga normal kamar hotel.
Di beberapa kota, calon tamu hotel tertipu modus ini. Mereka melakukan transaksi booking dengan membayar ke nomor rekening pribadi penipu.
Kejadian ini meresahkan para pebisnis perhotelan. Selain merugikan calon tamu, tindakan ini juga mencoreng nama baik hotel.
General Manager Pyramid Suites Hotel Banjarmasin, Nurul Fahmi membeberkan, bahkan kontak hotelnya sempat berubah, namun segera disunting kembali.
“Kontak kami di Google Map Pyramid Suites Hotel Banjarmasin sempat berubah namun segera diatasi. Beruntung belum sempat terjadi transaksi,” ungkap Fahmi.
Ia mengimbau calon tamu agar berhati-hati. Berita baiknya, pemesanan kamar lewat travel agent masih aman.
“Waspada sebelum pemesanan. Hubungi kontak resmi hotel atau tim marketing untuk transaksi. Pemesanan lewat travel agent masih aman,” ujarnya.
Di sisi lain, GM Hotel 88 Banjarmasin, Novita Lubis juga menyoroti kasus ini. Lewat media sosial, timnya sibuk membuat imbauan.
“Kita gencarkan imbauan lewat medsos agar masyarakat aware dengan modus penipuan ini,” ujar Novi.
Ia prihatin, sebab modus ini telah memakan korban di beberapa wilayah di Indonesia.
“Kebanyakan traveler, terutama bule yang biasanya mengontak nomor yang tertera di Google Maps hotel,” ujarnya.
Novi juga menunjukkan pesan promosi yang ditawarkan oleh penipu. Dari sudut pandangnya, penyusunan kalimat pesan itu tampak mencurigakan sejak awal.
“Kalimatnya aneh, belum lagi penawarannya yang tidak logis. Harga kamar dijual dengan sangat murah,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar lebih waspada, terutama saat pembayaran. “Konfirmasi ke nomor resmi. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi perhatian Ketua Banua Hotel Leader Community, Beben Eko Prabowo. Menurutnya, ini sangat merugikan hotel dan calon tamu.
“Uniknya, hacker menyasar momen weekend untuk menjaring calon tamu yang kesulitan mendapat kamar,” beber Beben.
Ia mengajak masyarakat agar lebih teliti. Terutama saat menerima penawaran kamar dengan harga miring.
“Juga perhatikan nomor rekening sebelum transaksi, pastikan itu atas nama hotel, bukan pribadi,” pesannya.
Bagi perhotelan, Beben berpesan agar gencar mengecek ulang dan memperkuat sistem keamanan profil bisnis mereka.
“Semoga ini juga menjadi perhatian pemerintah dan kepolisian. Karena modus ini tak hanya menimpa perhotelan tetapi juga mulai menyasar ke perbankan,” pungkasnya. (tia)
Editor : Arief