PARINGIN - Kabupaten Balangan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp875 juta lebih melalui lelang aset daerah yang dilaksanakan pada pertengahan Juli lalu.
Lelang tersebut melibatkan 62 paket aset daerah berupa inventaris kantor, alat berat dan kendaraan bermotor yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Balangan.
Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Balangan, Kamrani mengatakan, dari 62 paket aset yang dilelang, sebanyak 43 paket aset telah berhasil terjual. Namun, terdapat 19 paket aset lainnya yang belum mendapatkan penawar.
"Limit harga keseluruhan dari 62 paket tersebut senilai Rp 809.000.000. Sedangkan total hasil lelang mencapai Rp 875.699.300. Kendati tidak laku 100 persen, capaian nilai penjualan dari perhitungan appraisal melebihi target," kata Kamrani, Kamis (8/8).
Kamrani menambahkan, pihaknya berencana untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terkait aset-aset yang belum laku terjual tersebut. Langkah ini diambil agar seluruh aset daerah dapat terserap dengan baik dan mendapatkan penawar yang sesuai dengan nilai yang diinginkan.
"Untuk 16 paket aset yang belum mendapatkan penawar, kami berencana untuk membuka kembali lelang pada kesempatan berikutnya," jelasnya.
Beberapa paket yang belum ada penawar diantaranya ada tiga unit mobil dan 16 unit kendaraan. Ia berspekulasi, aset yang belum dapat penawar itu lantaran gabungan perpaketnya cukup banyak. Juga karena limit harga yang dipatok terlalu tinggi.
Kamrani membeberkan, dana yang terkumpul dari hasil lelang tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan dan program-program strategis bagi kemajuan Kabupaten Balangan.
"Uangnya langsung dari KPKNL sebagai penyelenggara, ditransfer ke kas daerah sebagai PAD. Diharapkan hasil penjualan aset ini dapat meningkatkan perekonomian daerah serta mendukung pembangunan infrastruktur dan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief