SURABAYA - MORA Group perusahaan managemen perhotelan yang baru saja meresmikan namanya siap bersaing di Industri perhotelan di Indonesia. Itu dibuktikan dengan berkolaborasinya Select Hotel Group Jepang dan Qin Group Banjabaru, yang bergabung didalamnya.
Nama MORA sendiri diilhami dari empat pilar utama yaitu Meaningful, Optimism, Responsible, dan Adaptive. Mora group berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang bermakna, menciptakan optimisme dikalangan mitra bisnis, tamu dan tentunya seluruh karyawan, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas, serta beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan di industri perhotelan.
MORA Group juga memulai perkuatan pilar-pilar unit bisnisnya pada bulan Januari 2024 lalu berkonsep hotel premium up-scale dengan nama Morazen yang saat ini sudah beroperasi di Surabaya dan Yogyakarta, serta konsep exclusive mid-scale dengan nama Hemora dan economic plus dengan nama Lamora.Mora group juga sudah menjajaki kerjasama dengan investor untuk masuk di kota Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi dengan brand Lamora dan Hemora tersebut.
"Peresmian Mora group ini tidak hanya menandai babak baru dalam industri perhotelan di Indonesia tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata nasional. Dengan adanya kerjasama bersama Select Hotel Group Jepang dan Qin Group yang kental dengan konsep Muslim-friendly, MORA Group bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan dan memperkenalkan pengalaman perhotelan inovatif yang dapat memenuhi berbagai preferensi budaya," ucap CEO dan Founder MORA Group, Andhy Irawan, Rabu (31/7), usai peluncuran Mora Group, di Morazen Hotel Surabaya.
Tentunya kata Andhy, ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata global yang unggul, baik bagi wisatawan lokal maupun internasional. "Dengan visi Mora Group "To be the first choice of trusted hospitality management" kami telah menandatangani kerjasama strategis dengan mitra-mitra internasional seperti Select Hotels Group dari Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 2005 dan di tahun ke empat belas ini Select Hotels Group sudah memiliki 50 unit hotel di Jepang dari kategori bisnis sampai luxury, serta Qin Group dari Banjarbaru dengan 2 unit hotel pada kategori bintang tiga dan bintang empat, serta yang saat ini juga sedang dalam proses pembangunan hotel kategori bintang lima dengan konsep muslim friendly di Kalimantan Selatan, Samarinda, dan Solo," ungkapnya.
Selain itu, merespon cepatnya perkembangan teknologi MORA Group akan mengadopsi sistem manajemen dengan layanan sistem operasional digital milik sendiri untuk mengelola seluruh aset dan properti sehingga sistem kontrol antara investor, unit hotel dan operator akan lebih efektif dan efisien."Melalui kolaborasi ini, Mora group siap mengubah sektor pariwisata Indonesia dengan memperkenalkan praktik perhotelan canggih dan layanan inklusif yang mampu menarik minat turis dari seluruh dunia. Dengan mengedepankan keberagaman budaya dan memanfaatkan keahlian internasional, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemajuan industri pariwisata Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkaya pengalaman perjalanan bagi semua pengunjung," ucapnya.
Nakamura, CEO dan Founder Select Hotel Japan, menambahkan, ia melihat potensi besar di Indonesia dan dengan kemitraan dapat membawa nilai-nilai keunggulan layanan Jepang ke pasar di Indonesia yang dinamis. Adapun unit hotel yang sedang kami proyeksikan yaitu dengan nama KANRAKU."Konsep hotel ini akan memberikan tamu-tamu di Indonesia sebuah pengalaman menginap seperti sedang benar-benar di negara Jepang," tambahnya.
Sementara itu Haji Norhin, CEO dan Founder Qin Group, menyampaikan kemitraan telah membuka peluang baru untuk menyajikan layanan perhotelan yang ramah bagi wisatawan Muslim di Indonesia. Qin Hotel Group, yang menjadi anak perusahaan Mora Group, berambisi besar untuk menjadi pemimpin pasar hotel syariah di Indonesia dan dunia.
"Rencana untuk membangun 20 hotel syariah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Konsep syariah yang kami tawarkan bukan sekadar label, tapi sebuah gaya hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kami juga sudah mulai menjajaki beberapa wilayah di Maroko dan Madinah atas perencanaan eskpansi bisnis dari Qin Group," bebernya.
Tentunya Qin akan memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan aman bagi seluruh tamu Muslim, tanpa mengesampingkan aspek kenyamanan bagi tamu non-Muslim. "
Qin Hotel Group akan menerapkan konsep moslem friendly atau hotel ramah muslim secara komprehensif, tidak hanya dari segi fasilitas fisik seperti musala, makanan halal, dan pemisahan area pria dan wanita, tetapi juga dalam hal layanan dan manajemen. Kami memiliki SOP yang ketat. Namun, tetap humanis. Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi semua tamu," tambahnya.
"Potensi pasar hotel syariah di Indonesia sangat besar.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pariwisata halal, kebutuhan akan akomodasi yang sesuai dengan syariat Islam juga semakin meningkat. "Kita tidak hanya fokus pada pasar domestik, Qin Hotel Group juga memiliki ambisi untuk go international.
Maroko dan Madinah menjadi dua destinasi yang menjadi target pengembangan hotel syariah," ujarnya.
"Kami yakin bahwa konsep hotel syariah yang kami tawarkan akan diterima dengan baik di pasar global," tutupnya.
Editor : Muhammad Helmi