BANJARBARU - High level meeting collecting agent dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Semester I 2024 digelar belum lama tadi di Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel. Kali ini DJPb Kalsel menunjuk BSI Regional IX Kalimantan menjadi tuan rumah.
Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo memaparkan kondisi keuangan terutama pengembangan ekonomi dan tantangan inklusi keuangan syariah di Kalsel. Menurutnya, sejalan dengan perekonomian nasional, indikator makro ekonomi di Kalsel juga menunjukkan kinerja positif.
Hal ini tercermin dari inflasi yang stabil dan optimisme konsumen yang mengindikasikan konsumsi masyarakat yang masih tetap kuat.
“Ekonomi Kalsel diperkirakan tumbuh positif 4,40 persen YoY pada tahun 2024, sedikit melambat dibandingkan realisasi tahun 2023 yang sebesar 4,84 persen YoY,” sebutnya.
Lantas bagaimana dengan kondisi literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalsel? Diungkapkannya, berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) Tahun 2022 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan syariah di Kalsel baru mencapai 5,45 persen dan tingkat inklusi keuangan syariahnya sebesar 8,05 persen.
“Artinya, hanya 5 dari 100 orang penduduk dewasa di Kalsel yang mengerti dengan baik keuangan syariah, dan baru sekitar 8 orang saja yang menggunakan layanan keuangan syariah,” ujarnya.
Ragam cara telah dilakukan BSI Regional IX Kalimantan untuk bisa meningkatkan literasi keuangan syariah di Kalsel. Seperti share pembiayaan industri halal Kalsel. BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada pelaku industri halal di Kalsel sebanyak total Rp1,2 Triliun atau 4.226 Noa
Ragam program pun dilaksanakan mulai dari Kalsel Umroh-Haji-Wisata Halal Expo 2024. BSI bekerja sama dengan FK PATUH (Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umroh dan haji Khusus) untuk memberikan layanan bagi travel dan calon jemaah umroh dan haji khusus. Kemudian juga BSI kerja sama dengan Amanah Borneo Park di kegiatan Liburland Festival.
BSI menyediakan QRIS untuk seluruh tenan yang bertujuan untuk literasi dan aktivasi penggunaan QRIS dimasyarakat khususnya pada Gen Z.
Pada tahun 2023 lalu, BSI bekerja sama dengan BI menggelar event besar dengan mengundang Habib Husein Jafar sebagai narasumber dakwah. Selain itu terdapat talkshow education QRIS sebagai literasi kepada masyarakat untuk menggunakan QRIS sebagai system pembayaran digital.
Selain itu, BSI juga ikut berperan aktif pada kuliah tamu “Ekonomi dan Keuangan Syariah: Perkembangan dan Isu Terkini”. BSI Institute bertugas untuk melakukan riset dan advokasi dalam rangka pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah, serta menjadi pusat kolaborasi dengan perguruan tinggi, baik dalam bentuk’kuliah tamu dan diskusi tertutup.
Sekadar informasi, kegiatan yang diinisiasi oleh Kanwil DJPb Kalsel dihadiri sejumlah pihak. Seperti RCEO PT Bank Mandiri (Persero) Region IX Kalimantan, RCEO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kanwil Kalimantan, RCEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Kanwil Region 09 Kalimantan, Pimpinan Cabang PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Banjarmasin, RCEO Bank Syariah Indonesia Region IX Kalimantan, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, Pimpinan Cabang PT Bank BJB Banjarmasin, Pimpinan PT Bank Central Asia KCU Banjarmasin, Pimpinan PT Bank Permata Banjarmasin, Pimpinan PT Bank National Nobu Banjarmasin, Pimpinan PT Bank Muamalat KC Banjarmasin, Pimpinan PT Pos Indonesia KCU Banjarmasin, Kepala OJK Kalsel, Kepala KPPN Banjarmasin, Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Kepala Kanwil DJP Kalseiteng, Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Kepala Kanwil BC Kalimantan Bagian Selatan, dan Pegadaian Area Kalselteng.
Editor : Muhammad Helmi