PELAIHARI – Disnakkeswan Tanah Laut (Tala) langsung bertindak setelah mendapat laporan sapi terjangkit penyakit lato-lato atau LSD (lumpy skin disease). Mereka memberikan layanan berupa antibiotik, obat anti parasit, dan vitamin kepada warga.
"Berdasarkan laporan petugas kami, ternak terkena lato-lato ditemukan di Kecamatan Takisung, Panyipatan, dan Tambang Ulang," ungkap drh Muhammad Taufik, Plt Sekretaris Disnakkeswan Tala, Senin (15/7). Jumlah sapi yang terkena penyakit ini sekitar 200-300 ekor dari total populasi 80 ribu sapi di Kabupaten Tala.
Gejala penyakit ini ditandai dengan bentol-bentol di tubuh sapi yang kemudian pecah. Penyakit ini ditularkan oleh lalat dan penyebarannya lambat, namun penyembuhannya juga lambat. Hingga saat ini, sekitar 10-15 sapi mati akibat penyakit ini. "Ternak yang mati ini sudah kita upayakan untuk ditolong dengan melakukan pengobatan," sebut Taufik.
Disnakkeswan juga melakukan vaksinasi dengan 200 dosis dari Balai Veteriner Banjarbaru. Vaksinasi dilakukan di Takisung dan Panyipatan. Sapi putih (PO) dan limousin lebih rentan terkena penyakit ini dibanding sapi bali dan simental.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief