Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Gas Elpiji 3 Kg Melambung

Sheilla Farazela • Sabtu, 1 Juni 2024 | 08:27 WIB
TABUNG: Elpiji 3 kilogram yang dijual di pangkalan Jalan Sekumpul Martapura
TABUNG: Elpiji 3 kilogram yang dijual di pangkalan Jalan Sekumpul Martapura

MARTAPURA - Harga tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi sempat melambung 3 kali lipat di Kabupaten Banjar. Harga gas melon ini di eceran jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar menindaklanjutinya dengan membentuk tim survei lapangan. "Kami akan membentuk tim untuk melakukan sidak ke lapangan. Mencari para pelaku nakal yang melangsir elpiji bersubsidi, dan dijual kembali," ucap Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Surya Wati.

Made menyebut pihaknya juga telah menyebar surat edaran ke seluruh pangkalan agar menjual sesuai HET. "Jika mereka menjual ke eceran dan di atas HET, maka sanksinya akan dicabut oleh Pertamina. Bukan dari kita,” bebernya.

Made menyampaikan pihaknya akan melibatkan peran camat hingga pembakal menyosialisasikan kepada masyarakat untuk mendaftar ke pangkalan di sekitar tempat tinggal. "Para warga sekitar pangkalan gas, hanya perlu membawa KTP, Kartu keluarga (KK), serta berfoto," ucapnya.

Tim Satgas Pangan Polres Banjar, Aipda Anas menjelaskan pihaknya telah melakukan patroli untuk memantau harga elpiji. Namun, belum ada ditemukan pangkalan nakal yang menjual kepada pelangsir.

“Jadi kami tadi telah mengusulkan tim gabungan dari DKUMPP, Pertamina, dan nanti tergantung dari DKUMPP untuk menentukan siapa saja tim ini. Tapi, kami minta agar sidak ini dilakukan sebelum terjadi ribut," ucapnya

Anas mengungkapkan pihaknya terus melakukan monitoring. Namun, ia mengakui pihaknya masih terkendala waktu kedatangan pelangsir ke pangkalan. “Jadi kita survei memang ada harga Rp20 ribu, tapi masih kabar orang,” bebernya.

Terkait peredaran elpiji subsidi di kios-kios, ia mengatakan dari hasil penyelidikan bahwa pasokan mereka diantar oleh orang. Seperti yang terjadi di daerah Cindai Alus. “Namun pemilik kios tidak mau buka suara siapa yang mengantar,” terangnya. "Kita siap menindak tegas, jika ditemukan pelanggaran sesuai dengan peraturan yang ada," tegasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#gas #Banjar #elpiji