Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lampaui HET, Harga Gas Melon di Sejumlah Pangkalan di Kabupaten Banjar Capai Rp38 Ribu Per Tabung

Sheilla Farazela • Selasa, 28 Mei 2024 | 23:00 WIB
MEMBENGKAK:Harga gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Banjar capai angka Rp38 ribu per tabung.(Foto:Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
MEMBENGKAK:Harga gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Banjar capai angka Rp38 ribu per tabung.(Foto:Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

Martapura - Harga gas Liquified Petroleum Gas (LPG) di eceran membengkak hingga Rp38 ribu pertabung, Selasa (28/5).

Gas melon 3 kilogram yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu ini mengalami lonjakan sampai tiga kali lipat.

Sesuai dengan acuan Perpres Nomor 70 Tahun 2021, jika harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 Kg bersubsidi Rp18.500 pertabung. Namun sayangnya, di kios ada yang menjual dengan harga Rp38 ribu.

Warga Tanjung Rema Martapura, Muniroh menyampaikan jika dalam beberapa pekan ini ia kesulitan mencari gas LPG 3 Kg. 

"Saya dapat gas melon di kios sampai perbatasan Banjarbaru. Dan untuk harganya sudah Rp 38 ribu, " katanya.

Muniroh menyampaikan, jika di kampungnya sudah difasilitasi oleh RT menggunakan KTP untuk mendapatkan satu tabung LPG saja.

"Tapi pas di RT itu dijatah satu saja, cepat habis. Kalau habis begini saya sulit dapat, " jelasnya.

Memantau di pangkalan resmi, pengiriman LPG 3 kilogram ini nampak masih aman, serta penjualan sesuai dengan HET yang telah ditentukan.

Seperti halnya Pangkalan Rhaisan yang berada di Martapura Timur, tidak terdapat antrian panjang pada pangkalan ini.

Pengelola Pangkalan, Gapar menyampaikan jika saat ini pengiriman gas melon masih lancar.

Ia pun juga menjual ke masyarakat sesuai dengan standar Rp18.500 per tabung.

"Pengiriman lancar, sebulan 120 tabung. Kalau diliat data, kami jelaskan ke warga yang tak terdata bahwa tidak bisa dan kami tidak jual. Hal ini demi kelancaran buat warga yang sudah terdata di daerah kami, dan mendukung dengan Pertamina agar tepat sasaran, " ungkapnya.

Gafar juga mengakui pendaftaran dengan KTP tersebut telah lama dilakukan.

Selain pangkalan di Martapura Timur,  pangkalan di Martapura Lama milik As'adi juga menyatakan jika pihaknya melakukan pendataan dengan KTP untuk pembelian gas.

"Semua pembeli di setiap pangkalan harus didaftarkan dahulu KTP-nya, apabila belum terdaftar, dikhususkan untuk warga sekitar pangkalan terlebih dahulu," terangnya.

As'adi mengatakan pengiriman gas melon di pangkalan yang dikelolanya saat ini masih lancar, dengan distribusi antara 300 hingga 500 tabung perbulan.

Dikonfirmasi dengan Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Bahan Pokok Penting (Bapokting) DKUMPP Banjar, Hj Elok Yuli menjelaskan pendataan digital dilakukan oleh pihak Pertamina secara langsung dan bertahap sejak 2023 lalu.

“Untuk gas dari agen ke pangkalan, khususnya yang 3 kilogram masih aman dan tidak ada kelangkaan,” ujar Hj Elok.

Dipertanyakan soal harga pada pangkalan di Kabupaten Banjar, ia mengakui jika tiap pangkalan masih sesuai dengan HET.

Namun, pihaknya tak menampik juga menemukan gas LPG yang dijual lebih mahal saat sidak bersama Satgas dari Polres Banjar, Jumat (17/5 2024) lalu.

"Itu sudah ditegur dan ditindaklanjuti," jelasnya.

"Kalau ada gas yang dijual dengan harga lebih mahal di luar pangkalan, itu adalah harga yang diatur pedagang, bukan lagi harga standar di pangkalan," imbuhnya. 

Editor : Fauzan Ridhani
#martapura #harga eceran tertinggi (HET) #kabupaten banjar #gas melon #lpg 3 kg