BANJARMASIN – Operasi pasar saja tidak akan cukup mengatasi kenaikan harga bahan pangan.
"Memang agak sulit menekan kenaikan harga, lantaran ini masalah nasional," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Ichrom Muftezar usai rapat bersama Komisi II DPRD Banjarmasin, Selasa (2/4).
Tezar, sapaannya, memberikan contoh kenaikan harga pakan ternak yang pasti berimbas pada harga ayam potong dan telur.
"Selain ongkos distribusi yang naik, harga pakan hingga pupuk juga mempengaruhi harga di pasaran," jelasnya.
Menurutnya, setidaknya operasi pasar murah bisa meringankan beban masyarakat menghadapi Idulfitri.
Untuk pasar murah Ramadan, selain menggandeng Bulog, pemko juga mengajak korporasi bergabung.
Sebelumnya 17 perusahaan, kini bertambah menjadi 20 perusahaan. Mereka yang tergabung dalam Forum Banjarmasin CSR.
"Jumlah korporasi yang bergabung bertambah, jumlah paket bantuannya juga bertambah,” ujarnya.
Sampai pekan ketiga Ramadan, Tezar menyebutkan, sudah 12.100 paket sembako murah yang dijual.
Paket berisi gula pasir dan beras itu telah disubsidi. Dari harga pasaran Rp68 ribu dijual Rp53 ribu.
"Total paket bantuan yang dibagikan ke masyarakat sebesar Rp165.500.000," sebut Tezar.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief