Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sedang Viral, Pelataran Museum Disambangi Disporabudpar Banjarbaru, Ini Alasannya..

Sheilla Farazela • Selasa, 2 April 2024 | 12:20 WIB
RAMAI: Pelataran Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru tiap malam dipadati anak muda. Sekarang live music dilarang di sana.
RAMAI: Pelataran Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru tiap malam dipadati anak muda. Sekarang live music dilarang di sana.

BANJARBARU - Sedang ramai dikunjungi anak muda, tempat nongkrong di pelataran Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru dilarang menggunakan live music.

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Banjarbaru yang menghentikan langsung aktivitas bermusik di lokasi yang disebut vibesnya seperti alun-alun di Yogyakarta itu.

"Ada dapat informasi di museum ada keramaian dan live music. Karena itu Minggu (30/3) tadi kita datangi ke lapangan dan ternyata benar," ucap Kabid Pariwisata pada Disporabudpar Banjarbaru, Pretty Wulansari, Senin (1/4).

Pretty mengatakan, pihaknya melarang ada live music karena mengacu pada Peraturan Wali Kota Banjarbaru bahwa tempat hiburan dilarang beroperasi selama Ramadan. "Walaupun bangunan museum milik Pemprov, tapi berada di Banjarbaru. Dan itu harus mengikuti aturan daerah yang berlaku," katanya.

Ia mengungkapkan, selama Ramadan tidak boleh ada keramaian supaya bisa menghargai masyarakat yang sedang beribadah. "Kalau nongkrong makan dan minum boleh di sana. Namun kalau hiburan sifatnya mengundang orang banyak seperti musik selama Ramadan tidak boleh," tegasnya.

Diakui Pretty, pelataran Museum Banjarbaru yang berpotensi menjadi tempat hiburan baru itu harus dikelola dengan baik. "Di sana ada parkir, sampah, bahkan pajak juga. Nanti akan kita diskusikan dengan Dishub, BPPRD dan pengelola museum," bebernya.

Sementara itu, salah satu musisi, Anton mengaku kecewa dengan larangan live music. Namun mereka sadar harus mematuhi aturan yang berlaku. "Temen-temen musisi padahal tidak dibayar oleh pengelola, hanya mengharap dari pengunjung. Mereka sebenarnya hanya ingin menghibur dan menyalurkan hobi," ujarnya.

Anton juga menyebut, sebagai masyarakat penikmat kuliner dan musik, minat berkunjung ke pelataran museum akan berkurang apabila dilarang ada live music.

"Bagai sayur tanpa garam, mending cari tempat lain yang satu paket, kuliner dan musik. Sementara musik berhenti dulu. Semoga nanti ada kabar baiknya," harapnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#nongkrong #banjarbaru #musik #museum #THM