Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berkah Ramadan, Penyandang Disabilitas Netra Sigit Kurniawan Senang Bisa Berjualan di Pasar Ramadan Banjarbaru

Sheilla Farazela • Senin, 1 April 2024 | 11:24 WIB
SENANG: Sigit Kurniawan dan jualannya di stan pasar Ramadan di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Jumat (29/3).
SENANG: Sigit Kurniawan dan jualannya di stan pasar Ramadan di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Jumat (29/3).

BANJARBARU - Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Nusantara (YKTN) turut mencari rezeki di pagelaran Banjarbaru Ramadhan Festival (BRF) tahun 2024 di Lapangan Murjani.

Di stan YKTN ini, para penyandang disabilitas netra menyediakan jasa pijat refleksi kepada para pengunjung sembari menunggu berbuka puasa. Mereka juga menjual berbagai macam makanan olahan dari pengurus YKTN.

Ketua YKTN Banjarbaru Sigit Kurniawan (46) mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan untuk ikut serta menjajakan dagangan di pasar Ramadan. "Awalnya kaget juga, biasanya saya berjualan keliling memakai gerobak di sekitaran Murjani," ucap Sigit saat ditemui Radar Banjarmasin, Jumat (29/3) sore.

"Mau ikut di pasar wadai enggak punya uang lebihan. Ternyata panitia mengajak gabung berjualan di stan ini, Alhamdulillah sangat terbantu," tambahnya.

Sigit mengaku, awalnya ragu untuk berjualan karena merasa tidak percaya diri sebagai penyandang disabilitas netra. "Mengetahui teman-teman disabilitas di Jawa berani, akhirnya merasa termotivasi. Sekarang sudah ada 10 tunanetra yang berani berjualan," sebut ayah tiga anak itu.

Menurutnya, kehadiran mereka berjualan di Pasar Ramadan menjadi bentuk penyetaraan dengan pelaku usaha di Banjarbaru. Sehingga pihaknya juga dapat menunjukkan berbagai produk usaha dari kaum penyandang disabilitas yang ada.

“Kami merasa senang, karena bisa berbaur dengan pedagang lain. Bisa berjualan tanpa harus ditempatkan di tempat khusus. Di stand ini banyak teman-teman kami kaum disabilitas yang juga menitipkan produk-produk usaha mereka,” ucapnya.

Apalagi selama 18 hari berpuasa, Sigit mengakui tiap hari lumayan bagus ada yang membeli dagangannya. Masyarakat pun menerima dengan baik keberadaan mereka. "Sistemnya ambil untung, yang jaga akan menghitung dagangan yang laku berapa banyak, nanti akan dibagi untuk yayasan dan untuk pribadi," ujarnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#disabilitas #banjarbaru #tuna netra #Pasar Wadai