BANJARMASIN – Imbauan Kementerian Ketenagakerjaan agar perusahaan jasa transportasi online memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para mitranya telah didengar ojol di Banjarmasin.
Meski di satu sisi sangat berharap aplikator bisa menjalankan imbauan Kemnaker, di lain sisi mereka sebenarnya pesimis.
"Saya dan kawan-kawan sangat berharap, tapi kalau dilihat itu hanya sekadar imbauan. Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak berharap," kata ojol Grab, Jhony Benjamin Manurung, Rabu (20/3).
Wajar bila Jhony enggan berharap, sebab selama enam tahun menjadi ojol, belum pernah THR itu terealisasi.
Ia mengaku bisa memahami. Sebab status ojol bukan karyawan perusahaan aplikator, melainkan hanya mitra kerja.
"Bagi saya ini hanya sekadar angan-angan," kata ojol yang kerap mangkal di kawasan Kantor Pos Lambung Mangkurat ini.
Harapan yang sama diutarakan ojol Gojek, Muhammad Hanafi. Sepanjang bulan Ramadan, orderan turun drastis.
"Pada hari biasa bisa 15 orderan masuk, sekarang maksimal hanya 10, itu pun jarang," kata pria yang sudah lima tahun menjadi ojol itu.
Padahal, di bulan puasa, pengeluaran justru membengkak. Bukan hanya untuk keperluan dapur, tetapi juga untuk membeli baju lebaran anak-anak.
"Makanya kami sangat berharap ada THR dari aplikator," ujarnya.
Dirinya tak tahu harus ke mana menyampaikan aspirasi ini. Dia berharap wali kota atau gubernur bisa menjadi penyambung lidah ojol.
"Semoga pemda bisa membantu agar THR ojol itu dapat terwujud,” harap Hanafi.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief