BANJARMASIN – Rencana revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir batal. Investor yang sebelumnya dikabarkan siap membangun pasar di tepian Sungai Martapura, Banjarmasin Tengah itu belakangan mundur.
"Entah kenapa alasannya, kami juga kurang memahami," kata anggota Banggar DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini, Selasa (19/3).
"Apakah karena planning (perencanaan) kurang matang. Hingga proses dan eksekusinya tidak optimal. Jadi ending-nya tidak ada penyelesaian," tambah politikus Gerindra tersebut.
Rencana revitalisasi ini mencuat sejak tahun 2021. Pemko ingin menyerahkannya pada pihak ketiga.
Namun, sampai sekarang tak terdengar lagi kabarnya. Isnaini menegaskan, ini menjadi catatan di akhir masa kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Menurutnya, jika kendalanya adalah penolakan pedagang atau status lahan, sebenarnya pemko sudah berpengalaman mengatasinya.
Ia mengacu pada pembebasan lahan di Jalan Veteran dan Jalan Pierre Tendean. Meski alot, pada akhirnya berhasil
Dan, jika pemko memerlukan ganti rugi untuk pembebasan lahan, tinggal disampaikan ke dewan. Banggar pun akan membantu memperjuangkannya dalam pembahasan APBD.
"Ini menjadi evaluasi di tingkat decision maker (pengambil keputusan). Apa yang menjadi kendala utamanya? Jangan sampai wacana tersebut hilang begitu saja, yang dirugikan semuanya," cecar Isnaini.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Ichrom Muftezar belum merespons upaya konfirmasi Radar Banjarmasin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief